Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

PVMBG: Gunung Tangkuban Parahu Erupsi Freatik, Belum Magmatik


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut erupsi Gunung Tangkuban Parahu yang terjadi pagi ini masih berupa erupsi freatik. Hingga saat ini erupsi gunung tersebut belum mencapai erupsi magmatik yang mengeluarkan magma atau awan panas.

"Masih erupsi freatik dengan disertai abu, belum erupsi magmatik," jelas Kepala PVMBG Kasbani saat dihubungi
Sebelumnya awal bulan lalu, Gunung Tangkuban Parahu juga sempat mengalami erupsi freatik pada Jumat petang (2/8/2019). Saat itu gunung di utara Bandung itu mengeluarkan abu tanpa mengeluarkan magma dan awan panas.

Menurut Kasbani ada tiga indikasi yang bisa dijadikan landasan untuk menentukan erupsi gunung berapi itu telah berubah menjadi letusan magmatik. Tiga tanda itu dicatat dari sisi kegempaan, deformasi atau perubahan permukaan tubuh gunung api, dan ada material yang dikeluarkan dari kawah.

Pilihan redaksi
www.ptbestprofit.com
www.ptbestprofitfutures.com
www.pt-bestprofit.com


"(Tanda-tandanya) berupa magma yang keluar permukaan atau lava. Ada batuan baru yang keluar dari dalam [...] harus batuan yang dari magma yang keluar, itu batu (erupsi) magmatik," lanjutnya.

Namun, Kasbani menyatakan sejak tahun 1829 hingga saat ini Gunung Tangkuban Parahu belum pernah mengalami erupsi magmatik.

"Kalau jaman prasejarah mungkin ada, tapi belum terekam. Tapi dari (catatan sejak) zaman Belanda (1829) ini sampai sekarang belum," tandasnya.

PVMBG sendiri telah memiliki peta mitigasi bencana jika Gunung Parahu meletus. Lembaga itu membagi tiga zona yang terdampak, KLB 1,2, dan 3. KLB 3 merupakan daerah yang paling terdampak letusan.
Menurut Kasbani, pembagian wilayah ini merupakan perkiraan berdasarkan sejarah letusan di masa lalu. Sehingga, menurutnya belum tentu seluruh wilayah yang tercakup KLB terdampak.

"Saat ini rekomendasi (kawasan yang dilarang) 1,5 kilo (dari kawah) karena letusan freatik, tidak ada erupsi magmatik," tuturnya.

Kasbani juga menyebut hingga saat ini belum ada indikasi letusan Tangkuban Parahu berubah menjadi letusan magmatik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025