Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Bangga! Kayu Asal Indonesia Bersaing di Pasar Internasional


Jakarta -
Sebagai salah satu negara dengan iklim tropis terbaik di dunia, Indonesia memiliki karunia hasil sumber daya alam yang berlimpah dan potensi ekspor yang sangat besar. Melihat keadaan ini, PT Sumber Graha Sejahtera sebagai pemilik merek Sampoerna Kayoe secara intensif megembangkan sumber daya kayu Indonesia hingga melanglang buana keliling dunia.

Head of Marketing PT Sumber Graha Sejahtera Christine Suhartini mengatakan selama lebih dari 40 tahun berkarya di Indonesia, kayu-kayu olahan Sampoerna Kayoe sudah diekspor ke lebih dari 30 negara di seluruh dunia.

"90% kayu kita memang berasal dari Hutan Tanaman Rakyat (HTR). Pohon yang ditumbuhkan pun pohon sengon karena mudah tumbuh dan bisa tumpang sari dengan tanaman lain yang bernilai ekonomis seperti tanaman lada, kakao, tembakau," jelas Christine saat ditemui detikcom.
Saat ini, Sampoerna Kayoe sudah memproduksi lebih dari 850.000 meter kubik kayu olahan yang berasal dari enam pabrik yang tersebar di Balaraja, Salatiga, Purwokerto, Jombang, Jambi, dan di Palopo.

Data yang diterima detikcom, dari enam pabrik tersebut, kini Sampoerna Kayoe sudah punya porsi penjualan 49% ekspor yakni senilai US$ 148 juta dan 51% untuk dalam negeri senilai US$ 152, 6 juta. Angka ekspor ini terus meningkat dalam waktu lima tahun terakhir dari yang tadinya US$ 75,4 juta untuk ekspor (29%) dan US$ 188,3 juta untuk penjualan dalam negeri (71%).
Jepang yang terkenal dengan standar kualitas produk yang tinggi menjadi salah satu dari pelanggan setia produk kayu Sampoerna Kayoe asal Indonesia. Berbekal pengalaman & teknologi terkini, Sampoerna Kayoe berhasil mengolah kayu pohon sengon & karet yang berasal dari hutan tanaman rakyat (HTR) menjadi kayu lapis (Plywood), laminated veneer lumber (LVL), decking solid, pintu kayu, rangka atap, kusen jendela, panel, badan truk, dan pintu garasi yang berkualitas tinggi.

Sampoerna Kayoe kini juga tengah mengembangkan impregnation technology dalam memproduksi produk decking dengan kualitas terbaik. "Kami membeli log kayu karet yang tidak menghasilkan latex lagi dari petani untuk kemudian diolah menjadi produk decking yang kuat serta tahan kondisi outdoor," jelasnya.

"Selama ini orang-orang pikir kayu engineering adalah kayu yang tidak tahan untuk outdoor application namun Sampoerna Kayoe berdedikasi mengubah limbah pohon karet menjadi produk kayu olahan berkualitas tinggi yang sudah dipercaya bukan hanya di Indonesia tapi juga di pasar internasional mulai dari Asia hingga Amerika dan Eropa," tutup Christine.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)