Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

PLN Pulihkan 68 Persen Jaringan Listrik di Wamena


PT PLN (Persero)  baru memulihkan 68 persen jaringan distribusi listrik di Wamena, Papua hingga Sabtu (28/9) . Usai aksi demo yang berujung kerusuhan pada awal pekan ini, sebanyak 83 gardu listrik dari total 142 gardu telah beroperasi kembali.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIWP2B) Ari Dartomo menyatakan perseroan fokus menormalkan gardu di beberapa titik, yakni Jalan Ahmad Yani, Jalan Diponegoro, Jalan Thamrin, Jalan Pattimura, Jalan Gatot Subroto, Jalan Trikora, dan Jalan Pramuka. PLN mencatat jaringan sepanjang 112 kilometer sirkuit (Kms) dari 180 Kms telah teraliri listrik.

"Fokus kami untuk membenahi jaringan di beberapa lokasi. Semoga kondisi semakin kondusif," katanya dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (28/9).


Perseroan juga membuka posko pelayanan sementara di Jalan Yos Sudarso, Wamena. Posko ini melayani pelanggan yang memiliki masalah pada gangguan jaringan atau meteran usai kerusuhan.
Ia mengatakan pelanggan yang belum mendapatkan pasokan listrik secara normal atau memiliki masalah terkait kelistrikan, bisa mengadukannya ke posko perseroan.

"Meski untuk sisi pelayanan masih terbatas, kami berusaha semaksimal mungkin untuk mengakomodir kebutuhan listrik masyarakat yang terdampak" ujarnya.

Pada Jumat (27/9) malam, beban puncak di Wamena mencapai 4,1 MW dengan daya mampu pembangkit sebesar 6 MW. Daya tersebut disokong oleh Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) Walesi, Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida (PLTH) dan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Sinagma.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025