Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Desainer Indonesia Desain 'Alat Pembeku Es' di Antartika


Tim desainer asal Indonesia membuat desain tak biasa untuk mengatasi perubahan iklim yang membuat es mencair lebih cepat di Antartika. Faris Rajak Kotahatuhaha, arsitek asal Indonesia dalam kompetisi desain dengan tema 'Uncanny Sustainability' mencetuskan pendekatan untuk 'membekukan' gunung es di kutub Bumi.

Faris melakukan pendekatan dengan mengintervensi kutub yang membuat kutub mencair dari tahun ke tahun. Pendekatan yang dicetuskannya yakni dengan menaburkan pasir buatan untuk mencerahkan awan.

Ia menganalogikan sebuah kapal selam yang bisa menghasilkan gunung es yang mampu memproduksi es setebal 4,8 meter hingga bisa membentuk es berbentuk heksagonal setebal 25 meter.

Pilihan redaksi
www.ptbestprofit.com
www.ptbestprofitfutures.com
www.pt-bestprofit.com

Mengutip CNN, proses 'membekukan' es yang mencair dimulai dengan 'mencelupkan kapal selam ke di bawah permukaan air laut untuk mengisi runggat pusat dengan air laut. Kandungan garam kemudian disaring untuk meningkatkan titik beku air hingga mencapai -16 derajat Celcius. Setelah itu palka akan menutup ruang untuk melindungi air di dalamnya dari paparan matahari.

Gunung es kemudian akan terbentuk secara alami di dalamnya, sebelum dikeluarkan dalam sebulan kemudian.

Rajak mengatakan bentuk heksagonal bisa mendorong potongan es di dalamnya untuk membentuk massa beku yang lebih besar.

"Arktik telah kehilangan es dari tahun ke tahun dalam beberapa dekade terakhir. Jadi kami mencoba menyelesaikan masalah melalui cara berpikir yang berbeda," pungkas Faris.

Andrew Shepher, profesor pengamatan Bumi di Leed University, Inggris mengatakan gagasan tersebut sebagai solusi rekayasa yang menarik, kendati skalabilitas proyeknya masih dipertanyakan.
Shepherd memperkirakan gagasan ini bisa menggantikan es di kutub pada tingkat yang sama saat mencair selama empat dekade terakhir. Ia menyebut butuh sekitar 10 juta kapal selam untuk menggantikan es yang mencair.

"Jika es yang dihasilkan cukup. maka pada akhirnya bisa mengubah suhu planet dan menyebabkan berkurangnya pencairan es di daratan serta berkurangnya kenaikan permukaan laut," ujar Shepherd.

Sebelumnya pada 2017 tim peneliti dari Arizona State University mencetuskan konsep berupa pompa bertenaga angin untuk menghisap air laut dan menyemprotkannya ke permukaan es. Dengan cara ini, es yang mencair bisa membeku lebih cepat.

Tim peneliti menyarankan penggunaan 10 juta alat untuk bisa menambah satu meter es di lapisan es kutub selama musim dingin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)