Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Menakar e-Commerce Terlaris di Asia Tenggara pada Q2 2019


Riset iPrice menunjukkan Shopee menjadi aplikasi e-commerce dengan jumlah pengguna aktif bulanan (Monthly Active Users/MAU) dan jumlah unduhan aplikasi terbesar di Asia Tenggara.

Laporan dari perusahaan induk Shopee, SEA menunjukkan pada kuartal kedua Shopee mendapatkan 110 juta pesanan. Apabila dirata-rata , terdapat 1,2 juta pesanan per hari.

Shopee juga mencatat total transaksi (Gross Merchandise Value/ GMV) sebesar US$3,8 miliar atau sekitar Rp 54 triliun pada kuartal kedua 2019.


iPrice mengatakan kesuksesan Shopee meraih jumlah MAU dan jumlah unduhan terbanyak di Asia Tenggara karena menerapkan strategi untuk meningkatkan pengguna.
Contohnya, Shopee mengadakan event di dalam aplikasi untuk menghibur dan mendorong pengguna untuk membeli dan menjual di platform. Strategi dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari pertunjukan hiburan seperti musik, olahraga, serta program yang menampilkan figur budaya pop terkini.

"Strategi ini menarik pengguna untuk tetap setia terlibat dalam aplikasi," tulis iPrice dalam laporannya.

Di Indonesia sendiri, Shopee memiliki jumlah pengunjung bulanan sebesar 90,7 juta. Masih kalah dibandingkan jagoan kandang, Tokopedia dengan angka 140,4 juta yang bertengger di peringkat satu.

Pada peringkat kedua jumlah MAU dan unduhan terbesar terdapat Lazada.  Di pasar Indonesia, Lazada memiliki jumlah pengunjung bulanan sebesar 49,6 juta. Lazada berada pada peringkat keempat, di bawah Bukalapak dengan angka 89,7 juta.

Pada kuartal terakhir, Lazada mengadakan sebuah kampanye pemasaran di seluruh Asia Tenggara dengan Pesta Penjualan Ulang Tahun pada April 2019.
Selain itu, perusahaan yang didukung Alibaba ini sangat aktif dalam penjualan selama bulan Ramdan dan Idulfitri. Penjualan sebagai kampanye di negara-negara mayoritas muslim seperti Indonesia dan Malaysia.

"Kampanye membantu mereka untuk mengamankan posisi kedua untuk pengguna aktif bulanan dan adalah aplikasi kedua yang paling banyak diunduh di Asia Tenggara," ungkap iPrice.

Pada peringkat ketiga jumlah MAU dan unduhan terbesar di Asia Tenggara terdapat Tokopedia. Peringkat ini sangat memuaskan karena Tokopedia baru beroperasi di Indonesia, berbeda dengan Lazada dan Shopee.

Lazada telah beroperasi Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, serta Vietnam. Di Asia Tenggara Shopee telah beroperasi di Singapura,  Malaysia, Thailand, Indonesia, Vietnam, dan Filipina. Dengan tambahan negara Taiwan di luar Asia Tenggara.

Di Indonesia, Tokopedia menjadi peringkat satu dengan jumlah pengunjung bulanan sebesar 140,4 juta pada kuartal kedua 2019.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025