Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

LIPI: Karhutla Riau Ancaman Bagi Harimau dan Burung Rangkong


Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebut sebaran dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pekanbaru, Riau bakal mengancam kelangsungan hidup harimau Sumatra.

"Pastinya mengancam habitat di sana, kalau hewan di sana itu yang asli Pulau Sumatra salah satunya spesies harimau. Namun mereka itu punya naluri untuk berpindah tempat," kata Plt Kepala Pusat Penelitian Biologi LIPI, Joeni Setijo Rahajoe saat dihubungi
Selain harimau, Joeni mengatakan spesies hewan lain yang keberadaannya terancam yakni burung rangkong jenis Enggang Papan. Burung ini berukuran besar dengan panjang mencapai 160 sentimeter dan ekornya berwarna belang hitam-putih dengan leher kecil yang menyangga kepala berparuh kuning.

Terkait kebakaran hutan dan lahan yang semakin luas, Joenin mengatakan pihaknya belum mengetahui pasti awal muncul titik api (hotspot). Menurutnya LIPI masih harus melakukan peninjauan lebih lanjut terkait hal tersebut.

"Belum tahu ya kalau di Riau pemantik apinya dari mana, kita juga tidak bisa menyebut karhutla ini karena ulah manusia makanya harus ditinjau lagi," ucapnya.

Kendati demikian Joeni tak menampik jika musim kemarau turut memengaruhi laju titip api hingga meluas ke sejumlah area hutan. Ia mengatakan lahan gambut akan mengering saat musim kemarau sehingga mudah terbakar.

Ditambah lagi dengan gambut dari bahan bakar sisa tumbuhan jika sampai di bawah permukaan dapat membuat api di lahan gambut mudah menjalar.

"Sekarang kan lagi musim kemarau panjang, lahan gambut di sana pasti kering sehingga mudah sekali terbakar," pungkasnya.
Hingga Jumat (13/9) pukul 06.00 WIB data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru mencatat ada 1.319 titik panas yang menjadi indikasi awal karhuta di Pulau Sumatra. Titik panas terbanyak terdapat di Provinsi Sumatera Selatan (537), disusul Jambi (440), dan RIau (239)..

Khusus di Riau, titik panas terbanyak di Kabupaten Indragiri Hilir (127), Indragiri Hulu (31), Pelalawan (30), Rokan Hilir (18), Kuansing dan Kampar (masing-masing 11), Bengkalis (7), Siak (3), dan kota Dumai (1). Dari jumlah tersebut dipastikan ada 177 titik api dengan lokasi terbanyak di Inragiri Hilir (98, Inhu (20), Pelalawan (21), Rohil (13), Kuansing (9), Kampar (8), Bengkalis (6), dan Siak (2).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)