Menteri Ara dan Nusron Sepakat Sertifikasi Gratis untuk Rumah MBR

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sepakat menetapkan sertifikasi sektor perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara gratis. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Menteri ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ara juga mengapresiasi terobosan Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan program sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Terobosan kolaborasi yang juga luar biasa dengan Pak Nusron adalah sertipikasi gratis bagi MBR. Itu merupakan karya dan dukungan yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil," ujar dia dikutip dari keterangan resmi. Menteri Ara menuturkan, sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya memberikan kepastian...

Kaum Muda Harus Berkontribusi di Industri Kendaraan Listrik


Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza mendorong generasi muda di Indonesia berinovasi menciptakan komponen-komponen kendaraan listrik untuk menyambut industri kendaraan listrik. Indonesia perlu kaum muda guna membangun kemandirian industri otomotif di dalam negeri.

Menurut Hammam, dengan begitu Peraturan Presiden Nomor 55/2019 tentang Percepatan Program Pengembangan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai yang diundangkan pada pada 12 Agustus 2019 akan mudah dijalankan untuk mendongkrak pasar otomotif nasional.

"Harapannya di tengah pesatnya kendaraan listrik hybrid, berbasis baterai, maupun otonom, dapat juga menghadirkan karya anak bangsa. Kemampuan SDM dalam negeri untuk inovasi dengan komponen lokal dapat memacu geliat perkembangan listrik Tanah Air," kata Hammam saat membuka acara Indonesia Electric Motor Show 2019 di gadung Balai Kartini, Jakarta, Rabu (4/9).

Dijelaskan Hammam sumber daya manusia yang berkualitas dan mumpuni, Indonesia diyakini mampu memproduksi kendaraan listrik secara mandiri. Dengan kesiapan ini Indonesia tidak hanya menjadi negara tujuan ekspor pelaku otomotif.

Pilihan redaksi
www.ptbestprofit.com
www.ptbestprofitfutures.com
www.pt-bestprofit.com


"Guna mengoptimalisasi Perpres, kita harus intens membahas kesiapan bangsa untuk masuk era kendaraan listrik. Jadi kita siap dan tidak hanya menjadi pasar saja ke depan," ucap Hammam.
Ibu Kota Baru Penuh Kendaraan Listrik

Hammam menambahkan, Ibu Kota Baru akan disesaki kendaraan listrik dalam beberapa tahun ke depan. Namun untuk mencapai tahap itu tentu harus ditunjang infrastruktur Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU).

"Jadi bayangkan nanti ibu kota baru penuh dengan KBL (Kendaraan Bermotor Listrik). KBL Tidak hanya menjalankan misi penghematan emisi, tapi juga dampak lingkungan. Agar ramah lingkungan sehingga sudah sepatutnya jadi perhatian masyarakat," tutup Hammam.

Ia menambahkan Indonesia Electric Motor Show 2019 yang digelar pada 4-5 September di Balai Kartini dan di Kantor BPPT Serpong pada 7 September diharapkan bisa menjadi tempat edukasi masyarakat mengenai teknologi kendaraan listrik. Sebab menurutnya kendaraan listrik itu penting untuk menjaga kondisi lingkungan tetap bersih.

"Ini untuk memperdalam pemahaman masyarakat Indonesia soal KBL. Kami juga akan konvoi kendaraan listrik dari MH Thamrin ke Serpong nanti hari terakhir pameran. Ini untuk sosialisasi pemanfaatan KBL di Indonesia," tutupnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini