Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Kaum Muda Harus Berkontribusi di Industri Kendaraan Listrik


Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza mendorong generasi muda di Indonesia berinovasi menciptakan komponen-komponen kendaraan listrik untuk menyambut industri kendaraan listrik. Indonesia perlu kaum muda guna membangun kemandirian industri otomotif di dalam negeri.

Menurut Hammam, dengan begitu Peraturan Presiden Nomor 55/2019 tentang Percepatan Program Pengembangan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai yang diundangkan pada pada 12 Agustus 2019 akan mudah dijalankan untuk mendongkrak pasar otomotif nasional.

"Harapannya di tengah pesatnya kendaraan listrik hybrid, berbasis baterai, maupun otonom, dapat juga menghadirkan karya anak bangsa. Kemampuan SDM dalam negeri untuk inovasi dengan komponen lokal dapat memacu geliat perkembangan listrik Tanah Air," kata Hammam saat membuka acara Indonesia Electric Motor Show 2019 di gadung Balai Kartini, Jakarta, Rabu (4/9).

Dijelaskan Hammam sumber daya manusia yang berkualitas dan mumpuni, Indonesia diyakini mampu memproduksi kendaraan listrik secara mandiri. Dengan kesiapan ini Indonesia tidak hanya menjadi negara tujuan ekspor pelaku otomotif.

Pilihan redaksi
www.ptbestprofit.com
www.ptbestprofitfutures.com
www.pt-bestprofit.com


"Guna mengoptimalisasi Perpres, kita harus intens membahas kesiapan bangsa untuk masuk era kendaraan listrik. Jadi kita siap dan tidak hanya menjadi pasar saja ke depan," ucap Hammam.
Ibu Kota Baru Penuh Kendaraan Listrik

Hammam menambahkan, Ibu Kota Baru akan disesaki kendaraan listrik dalam beberapa tahun ke depan. Namun untuk mencapai tahap itu tentu harus ditunjang infrastruktur Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU).

"Jadi bayangkan nanti ibu kota baru penuh dengan KBL (Kendaraan Bermotor Listrik). KBL Tidak hanya menjalankan misi penghematan emisi, tapi juga dampak lingkungan. Agar ramah lingkungan sehingga sudah sepatutnya jadi perhatian masyarakat," tutup Hammam.

Ia menambahkan Indonesia Electric Motor Show 2019 yang digelar pada 4-5 September di Balai Kartini dan di Kantor BPPT Serpong pada 7 September diharapkan bisa menjadi tempat edukasi masyarakat mengenai teknologi kendaraan listrik. Sebab menurutnya kendaraan listrik itu penting untuk menjaga kondisi lingkungan tetap bersih.

"Ini untuk memperdalam pemahaman masyarakat Indonesia soal KBL. Kami juga akan konvoi kendaraan listrik dari MH Thamrin ke Serpong nanti hari terakhir pameran. Ini untuk sosialisasi pemanfaatan KBL di Indonesia," tutupnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini