Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

RI Sentil Malaysia Karena Pasif Dalam Pembebasan Sandera


PT.Bestprofit - Kementerian Luar Negeri Indonesia mengeluhkan sikap pemerintah Malaysia. Sebab selama ini Negeri Jiran tak memberikan kontribusi dalam proses pembebasan warga Indonesia yang diculik kelompok Abu Sayyaf di wilayah mereka.

Indonesia bersama Malaysia dan Filipina telah sepakat membentuk kerja sama trilateral untuk memperketat pengamanan di perairan Sulu, Sabah, dan sekitarnya. Hal itu dilakukan setelah marak penculikan dan perompakan di wilayah itu oleh Abu Sayyaf pada 2016-2017 lalu.

"Para sandera diculik di wilayah Malaysia, tapi dalam proses pembebasannya tidak ada kontribusi pemerintah malaysia sama sekali," ucap Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Kemlu RI, Lalu Muhammad Iqbal, melalui pernyataan yang diterima
Pernyataan itu diutarakan Iqbal menyusul pembebasan Samsul Saguni, salah satu WNI yang disandera Abu Sayyaf saat melaut di perairan Sabah pada 11 September lalu. Saat itu, Samsul tak sendiri.


Salah satu rekannya yang berada di kapal ikan yang sama, Usman Yunus, juga ikut diculik Abu Sayyaf. Namun, Usman berhasil dibebaskan lebih dulu pada 7 Desember lalu.

Sementara itu, Samsul berhasil dibebaskan di Jolo pada Selasa (15/1) sekitar pukul 16.30 waktu lokal, setelah empat bulan disandera Abu Sayyaf. Iqbal menyatakan pemerintah Filipina selalu membantu dalam upaya pembebasan sandera.

Menurut Iqbal, pembebasan Samsul dilakukan tanpa tebusan.

"Tidak ada tebusan. (Pembebasan) lebih karena memanfaatkan aset-aset kita di sana. Gubernur Syakur Tan misalnya, dia merupakan kontak lama kita," kata Iqbal.
Iqbal mengatakan saat ini Samsul masih berada di Pangkalan Militer Westmincon, Jolo, untuk diperiksa kesehatannya sebelum diterbangkan ke Zamboanga City.

Proses pemulangan, kata Iqbal akan segera dilakukan setelah Samsul diserahterimakan secara resmi kepada KBRI di Manila.

Sebelum bebas, video Samsul yang merintih meminta pertolongan sempat tersebar di media sosial Malaysia beberapa waktu lalu.

Samsul terlihat menangis dan memohon bantuan dari bawah lubang tanah. Dalam video, dia terlihat mengenakan celana pendek berwarna merah muda tanpa pakaian, didampingi dua orang yang terlihat sebagai penyandera sambil menodongkan senjata ke arahnya.

Berdasarkan sumber dari Filipina, video itu dikirim oleh Abu Sayyaf kepada pemilik kapal berbendera Malaysia demi meminta tebusan. Pemilik kapal lantas mengirim rekaman itu kepada aparat, dan kemudian tersebar.
Lebih lanjut, Iqbal memaparkan sejak 2016, dari sebanyak 36 WNI disandera Abu Sayyaf di Filipina Selatan, 34 di antaranya sudah bebas.

Pilihan redaksi
www.ptbestprofit.com
www.ptbestprofitfutures.com
www.pt-bestprofit.com



"Dan dua WNI lainnya hingga kini masih dalam upaya pembebasan," kata Iqbal.

pemerintah Malaysia melalui kedutaan besar untuk meminta tanggapan, tetapi mereka belum memberikan klarifikasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini