Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Google Rogoh Kocek Rp300 Miliar Lobi Regulator AS


PT.Bestprofit - Induk Google, Alphabet mengungkapkan bahwa perusahaan telah merogoh kocek hingga US$21,2 juta untuk melobi pemerintah Amerika Serikat pada 2018 silam.

Jumlah ini melampaui uang yang pernah dikeluarkan pada 2012 sebesar US$18,22 juta. Saat itu, perusahaan raksasa teknologi sedang memperluas praktek bisnisnya.

Dilansir dari Reuters, hal tersebut dipaparkan perusahaan pada pemaparan Triwulanan. Selain Google, Facebook pun mengungkapkan dalam kongres bahwa telah menghabiskan lebih banyak dana untuk melobi pemerintah pada 2018.
Jumlah yang mereka keluarkan lebih banyak daripada yang pernah mereka keluarkan sebelumnya. Pada 2018 mereka mengeluarkan US$12,62 juta. Naik dari US$11,51 juta pada setahun lalu.


Pilihan redaksi
www.ptbestprofit.com
www.ptbestprofitfutures.com
www.pt-bestprofit.com


Jumlah ini dilacak oleh Center for Responsive Politics. Namun, Google dan Facebook menolak memberikan komentar di luar arsip mereka.

Regulator dan pembuat undang-undang AS telah menimbang aturan privasi dan antimonopoli baru.
Aturan baru ini untuk mengendalikan kekuatan penyedia layanan internet besar seperti Google, Facebook, dan Amazon inc.
Regulasi ini memunculkan kekhawatiran bagi investor teknologi.

Selain Facebook dan Google, Microsoft Corp menghabiskan US$9,52 juta untuk lobi regulator pada 2018. Apple Inc menghabiskan US$6,62 juta tahun lalu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025