18 Saham Dikeluarkan, Ini Daftar Saham BEI yang Bertahan Di Indeks MSCI

  Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengeluarkan 18 saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari konstituen indeks. Lalu, saham apa saja yang masih menjadi penghuni indeks MSCI? MSCI resmi mengumumkan hasil index review periode Mei 2026 pada Rabu (13/5). Perubahan hasil review MSCI ini akan berlaku efektif mulai 1 Juni 2026 setelah penutupan perdagangan pada 29 Mei 2026. Dalam rebalancing terbaru tersebut, MSCI mengeluarkan sejumlah saham dari MSCI Global Standard Indexes maupun MSCI Small Cap Indexes. Meski demikian, masih banyak saham Bursa Efek Indonesia (BEI) yang tetap bertahan sebagai konstituen indeks MSCI. Keberadaan saham dalam indeks MSCI biasanya menjadi perhatian investor karena berpotensi memengaruhi aliran dana asing, khususnya dari fund manager global yang menggunakan MSCI sebagai acuan investasi. Berikut sejumlah saham BEI yang masih menjadi anggota MSCI Global Standard Indexes setelah review Mei 2026: Sektor Perbankan - PT Bank Central Asi...

Hyundai Rancang Mobil Penyelamat Berkaki Robotik


PT.Bestprofit - Hyundai memperkenalkan konsep mobil spesialis evakuasi sebagai solusi penyelamatan korban di situasi sulit dijangkau. Konsep yang diperuntukkan kondisi bencana alam seperti tsunami dan gempa bumi ini dinamakan "Elevate", pengenalannya dilakukan di Consumer Electronics Show (CES) 2019 di Las Vegas, Amerika Serikat.

Konsep Elevate seperti kendaraan dengan kabin kapsul pengangkut penumpang dan perlengkapan yang dilengkapi empat kaki robotik. Kaki-kaki itu memiliki roda biar tetap bergulir, namun panjangnya bisa bervariasi tergantung kondisi permukaan jalan.
Dalam situs resmi, Hyundai menyebut Elevate dibangun dari campuran teknologi kendaraan listrik dan robot. Mobil dipercaya dapat melintasi medan jalan tersulit, bahkan melebihi kemampuan mobil off-road.


"Ketika terjadi tsunami atau gempa bumi, kendaraan penyelamat tidak bisa benar-benar sampai ke lokasi. Mereka harus menempuh sisa perjalanan dengan berjalan kaki untuk menolong," kata John Suh, Wakil Presiden dan Kepala Hyundai Cradle.

"Tapi pada situasi darurat ini Elevate otonom bisa datang membantu korban, membuat korban bahkan yang berkursi roda langsung masuk ke dalam," ucap Suh.

Cradle merupakan anak perusahaan Hyundai yang berkonsentrasi pada pengembangan kecerdasan buatan, robot, hingga solusi energi pintar. Hyundai Cradle menggandeng perusahaan Sundberg-Ferar, asal Detroit untuk pengembangan Elevate.
Saat difungsikan Elevate bisa bergerak ke berbagai arah seperti mamalia atau reptil. Mobil ini dikatakan sanggup memanjat dinding atau melompati celah 1,5 meter sambil melintasi berbagai macam jenis permukaan jalan. Saat itu dilakukan kabin bisa dipertahankan pada level rata.

Bila tidak digunakan kaki robotik bisa dilipat agar Elevate digunakan seperti mobil biasa di jalan raya.

"Dengan menggabungkan kekuatan robotik bersama teknologi EV (mobil listrik) terbaru Hyundai, Elevate memiliki kemampuan membawa orang ke tempat yang sebelumnya belum pernah terjangkau mobil," ujar David Byron, manajer desain Sundberg-Ferar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)