Biaya cas mobil listrik di Irlandia kini setara bensin dan diesel
Biaya pengisian mobil listrik di stasiun pengisian umum di Irlandia kini disebut sudah setara dengan biaya penggunaan mobil berbahan bakar bensin atau diesel, setelah operator pengisian daya kembali menaikkan tarif di tengah gejolak pasar energi.
Dikutip dari Extra.ie, tarif pengisian publik untuk mobil listrik di Irlandia kini menjadi yang ketiga tertinggi di Eropa. Pemilik kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) juga menghadapi kenaikan harga di titik pengisian umum, dengan operator Ionity menyebut konflik antara Amerika Serikat dan Iran sebagai salah satu pemicu lonjakan biaya.
Ionity menaikkan tarif pengisian di gerai Circle K dari 81,5 sen euro per kWh menjadi 85 sen euro per kWh, atau naik sekitar 4%. Kenaikan ini membuat biaya pengisian daya di jaringan tersebut setidaknya setara dengan ongkos penggunaan bensin atau diesel jika dihitung per kilometer.
Kenaikan tarif itu memicu kekhawatiran bahwa minat masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik akan semakin menurun, yang pada akhirnya dapat memperlambat penurunan emisi karbon di Irlandia.
Pemimpin Partai Hijau Irlandia, Roderic O’Gorman, menyambut penurunan emisi tersebut, tetapi mengaku khawatir target pengurangan emisi berikutnya akan gagal tercapai. Ia menilai pemerintah saat ini belum menunjukkan langkah yang cukup kuat, termasuk karena keterlambatan publikasi Climate Action Plan tahun ini.
Menurut dia, dampak dari kelambanan pemerintah pada akhirnya akan ditanggung pembayar pajak, baik melalui tagihan energi yang lebih mahal maupun potensi denda dari Uni Eropa.
Ionity, yang mengoperasikan pengisi daya cepat 350 kW, menyebut lonjakan tarif tidak lepas dari kondisi pasar energi global. Menurut perusahaan, harga listrik di banyak negara Eropa masih sangat dipengaruhi oleh pembangkit listrik berbasis gas, yang menjadi sumber energi termahal untuk memenuhi permintaan.
Ionity menjelaskan bahwa Eropa mengimpor porsi besar gas alamnya dalam bentuk liquefied natural gas (LNG) yang diangkut lewat kapal. Dalam beberapa bulan terakhir, pasokan LNG global dari kawasan Teluk disebut terganggu atau terhambat, sehingga mendorong biaya pembangkitan listrik berbasis gas di Eropa naik dan mengerek harga listrik grosir hingga 25%.
Perusahaan juga menambahkan bahwa level cadangan gas Eropa masih relatif rendah, sementara persaingan untuk mendapatkan pasokan LNG yang tersedia tetap menekan pasar energi. Bahkan jika situasi mulai mereda, gangguan pasokan dan perbaikan infrastruktur diperkirakan masih membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, sehingga harga energi berpotensi tetap tinggi. (ARF)
Komentar
Posting Komentar