18 Saham Dikeluarkan, Ini Daftar Saham BEI yang Bertahan Di Indeks MSCI

  Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengeluarkan 18 saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari konstituen indeks. Lalu, saham apa saja yang masih menjadi penghuni indeks MSCI? MSCI resmi mengumumkan hasil index review periode Mei 2026 pada Rabu (13/5). Perubahan hasil review MSCI ini akan berlaku efektif mulai 1 Juni 2026 setelah penutupan perdagangan pada 29 Mei 2026. Dalam rebalancing terbaru tersebut, MSCI mengeluarkan sejumlah saham dari MSCI Global Standard Indexes maupun MSCI Small Cap Indexes. Meski demikian, masih banyak saham Bursa Efek Indonesia (BEI) yang tetap bertahan sebagai konstituen indeks MSCI. Keberadaan saham dalam indeks MSCI biasanya menjadi perhatian investor karena berpotensi memengaruhi aliran dana asing, khususnya dari fund manager global yang menggunakan MSCI sebagai acuan investasi. Berikut sejumlah saham BEI yang masih menjadi anggota MSCI Global Standard Indexes setelah review Mei 2026: Sektor Perbankan - PT Bank Central Asi...

Oppo Tak Terapkan eSIM dalam Waktu Dekat


PT.Bestprofit - Vendor ponsel asal China Oppo tidak akan menerapkan eSim dalam waktu yang dekat. Public Relation Manager Oppo Indonesia Aryo Meidianto mengatakan eSim di Indonesia justru belum diterapkan sama sekali.

"Yang sudah punya (eSIM) operator mana? Operator belum ada ya buat apa. Sekarang operator belum ada terus tujuannya buat apa," kata Aryo usai acara peluncuran Oppo R17 Pro di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (3/1).

"Kami bikin perangkat yang dibutuhkan konsumen bukan sekedar gimmick atau apa pun yang menarik konsumen. Tapi benar benar yang dibutuhkan," tambahnya.

Aryo menjelaskan untuk menghadirkan fitur-fitur baru dibutuhkan sebuah survei yang bisa memprediksi kebutuhan konsumen, dan fitur-fitur yang sedang digandrungi konsumen.

Oleh karena itu, Aryo mengatakan Oppo tidak akan mengikuti Apple yang menerapkan dual slot fisik dan eSim.

"Itu Apple yang buat, Oppo tidak sama dengan Apple. Sekarang tujuan eSim itu buat apa, konsumen nya ada atau tidak, sudah survei yang pake eSIM banyak tidak," ujarnya.
Aryo menilai justru penerapan slot eSim di Indonesia itu merupakan sebuah kesalahan. Pasalnya eSim memang belum diterapkan di Indonesia.

"Yang saya lihat justru bingung itu slot kedua eSim mau diapain. Lebih baik beli (iPhone) yang versi Hong Kong atau China yang double SIM," kata Aryo.


Pilihan redaksi
www.ptbestprofit.com
www.ptbestprofitfutures.com
www.pt-bestprofit.com

Sebelumnya, Apple menyediakan iPhone versi lain dengan kombinasi dual SIM nano SIM tanpa adanya eSIM di China, Makau, dan Hong Kong. Sementara di Indonesia iPhone yang dijual merupakan kombinasi antara eSIM dan nano SIM.
Sebelumnya, para operator di Indonesia mengaku sudah siap untuk menerapkan eSIM di Indonesia, namun mereka masih terganjal soal regulasi. Sehingga, teknologi tersebut belum juga digelontorkan.

Sementara itu Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menyebut masih mempelajari soal kebijakan penerapan eSIM di Indonesia seperti disebutkan Ismail MT, Dirjen Sumber Daya & Perangkat Pos & Informatika (SDPPI).

Namun, saat didesak soal kapan regulasi akan digelontorkan, Ismail tidak langsung memberikan jawaban. Ia berkilah saat ini prioritas pemerintah lebih condong pada penyelesaian registrasi kartu prabayar dan regulasi IMEI.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)