Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

China Bakal Jatuhi Hukuman Ilmuwan Pengedit Gen Bayi


PT.Bestprofit-- Otoritas China menganggap ilmuwan pengedit gen bayi telah melanggar etika. Pejabat yang terlibat dalam investigasi ini juga menyebut kalau He Jiankui yang melakukan praktek pengeditan gen bayi dan "anggota organisasi lain yang terlibat" akan menerima hukuman sesuai dengan aturan yang berlaku.

Para tersangka kasus ini akan dikirim ke departemen keamanan publik. Universitas Sains dan Teknologi Shenzhen juga mengeluarkan pernyataan yang membenarkan pemutusan kontrak He dari kampus itu.

Hal ini disimpulkan setelah Tim Investigasi Kesehatan dari Provinsi Guangdong melakukan investigasi awal terhadap ilmuwan China, He Jiankui. Ilmuwan itu mengklaim telah melakukan pengeditan gen bayi pertama di dunia.

Praktek pengeditan gen bayi, "sangat mencederai prinsip etik dan integritas keilmuan dan melanggar peraturan hukum yang relevan di China," jelas tim tersebut seperti dikutip CNet dari kantor berita China Xinhua.

Lebih lanjut, badan yang telah melakukan investigasi sejak November 2018 itu menyebut kalau penelitian pengeditan gen bayi itu dilakukan, "dengan tujuan untuk mendapatkan nama besar dan keuntungan pribadi."

November lalu, He Jiankui membuat pengakuan besar-besaran bahwa ia telah melakukan pengeditan gen dari dua embrio yang melahirkan dia nayi kembar Lulu dan Nana. Jiankui mengklaim telah mengedit gen DNA mereka dengan CRISPR agar mereka tahan terhadap infeksi HIV.

Ia mengungkap hasil penelitiannya dalam beberapa video Youtube sebelum mempresentasikan temuannya pada Pertemuan Tingkat Tinggi Internasional Kedua terkait Pengeditan Gen Manusia. Pengakuannya itu menimbulkan kemarahan dari komunitas ilmuwan. Namun, penelitiannya itu belum dipublikasikan dalam jurnal akademik. Sehingga menimbulkan banyak pertanyaan terhadap presentasinya di Pertemuan Tingkat Tinggi itu.
Namun dari investigasi dari Komisi Kesehatan, menunjukkan kalau He telah melakukan pelanggaran etika kedokteran, sebab ia melakukan pemalsuan dokumen dan tes darah.

Tim investigasi juga percaya ia memulai proyek ini pada Juni 2016. Saat itu ia merekrut delapan pasangan sukarelawan. Relawan pria mengidap HIV positif sementara relawan perempuan mengidap HIV negatif. Dalam proses penelitian, Jiankui menggunakan "sertifikat etis palsu," seperti dikutip CNN. Xinhua melaporkan bahwa eksperimen ini dilakukan antara Maret 2017 dan November 2018.

Salah satu dari delapan pasangan itu, telah melahirkan, lima tidak mengandung, dan satu pasangan lain keluar saat eksperimen setengah jalan. Investigator juga mengungkap kalau klaim adanya pasangan yang tengah mengandung itu adalah benar.

Penelitian itu juga melanggar aturan China yang tidak memperbolehkan pengidap HIV untuk melakukan IVF (In vitro fertilisation) dengan membiarkan relawan diambil contoh darahnya. IVF adalah proses pembuahan buatan dengan mengambil sel telur yang dikombinasikan dengan sperma diluar tubuh manusia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini