Menteri Ara dan Nusron Sepakat Sertifikasi Gratis untuk Rumah MBR

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sepakat menetapkan sertifikasi sektor perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara gratis. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Menteri ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ara juga mengapresiasi terobosan Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan program sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Terobosan kolaborasi yang juga luar biasa dengan Pak Nusron adalah sertipikasi gratis bagi MBR. Itu merupakan karya dan dukungan yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil," ujar dia dikutip dari keterangan resmi. Menteri Ara menuturkan, sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya memberikan kepastian...

Pemindai Sidik Jari Ponsel Pintar Berpotensi Dibobol


PT.Bestprofit - Peneliti Amerika Serikat berhasil menciptakan sidik jari buatan yang bisa digunakan untuk meretas pemindai sidik jari di ponsel pintar. Sidik jari buatan ini diciptakan melalui machine learning yang berperan sebagai kunci utama (masterkey).

Peneliti dari Universitas New York dan Universitas Michigan mengklaim machine learning ini bisa membuka satu dari tiga ponsel pintar yang dikunci dengan sidik jari. Mereka menyebut "masterkey" dengan nama "DeepMasterPrints".

Dalam makalah yang dirilis pada Oktober, para penulis mengatakan sidik jari sintetis dapat digunakan oleh musuh untuk meluncurkan serangan yang dapat membahayakan sistem keamanan berbasis sidik jari.

Philip Bontrager, Aditi Roy, Julian Togelius, Nasir Memon dan Arun Ross adalah para peneliti di balik penelitian ini. Mereka mengatakan akar permasalahan dari peretasan ini adalah akibat cara dari pengenalan sidik jari dilakukan.

Sebab, pemindai sidik jari tidak memindai sidik jari secara utuh. Alih-alih, pemindaian sidik jari hanya dilakukan secara parsial.

"Ponsel dan banyak lagi perangkat tidak menangkap seluruh sidik jari Anda. Tidak ada cukup ruang pada perangkat, sehingga mereka menangkap sidik jari parsial yang tidak seaman gambar
penuh," ujar para peneliti.


Pilihan redaksi
www.ptbestprofit.com
www.ptbestprofitfutures.com
www.pt-bestprofit.com

Untuk setiap jari yang disimpan sebagai ganti kata sandi, perangkat menyimpan banyak gambar. Jika seseorang kemudian menggunakan jari mereka untuk membuka kunci perangkat itu, maka mereka hanya perlu mencocokkan salah satu gambar sidik jari parsial pada sistem keamanannya.
"Jika Anda menyimpan gambar untuk tiga jari Anda, perangkat mungkin menyimpan sekitar 30 sidik jari parsial. Dengan MasterPrints Anda hanya perlu membuat lima atau sepuluh sidik jari," kata peneliti, seperti dikutip CNBC.

Di sisi lain, para peneliti mengatakan bahwa temuan mereka bisa menjadi ancaman potensial bagi sistem keamanan. Oleh karena itu, para peneliti menyarankan agar para pengembang meningkatkan keamanan pemindai sidik jari untuk membentengi diri dari serangan.

"Penelitian dalam menilai kerentanan dalam sistem pengenalan sidik jari sebagai perlombaan senjata konstan antara memperbaiki kerentanan dan menemukan kerentanan baru. Penting bagi para peneliti untuk menyelidiki kerentanan baru sehingga celah dapat diperbaiki".

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini