Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Pemindai Sidik Jari Ponsel Pintar Berpotensi Dibobol


PT.Bestprofit - Peneliti Amerika Serikat berhasil menciptakan sidik jari buatan yang bisa digunakan untuk meretas pemindai sidik jari di ponsel pintar. Sidik jari buatan ini diciptakan melalui machine learning yang berperan sebagai kunci utama (masterkey).

Peneliti dari Universitas New York dan Universitas Michigan mengklaim machine learning ini bisa membuka satu dari tiga ponsel pintar yang dikunci dengan sidik jari. Mereka menyebut "masterkey" dengan nama "DeepMasterPrints".

Dalam makalah yang dirilis pada Oktober, para penulis mengatakan sidik jari sintetis dapat digunakan oleh musuh untuk meluncurkan serangan yang dapat membahayakan sistem keamanan berbasis sidik jari.

Philip Bontrager, Aditi Roy, Julian Togelius, Nasir Memon dan Arun Ross adalah para peneliti di balik penelitian ini. Mereka mengatakan akar permasalahan dari peretasan ini adalah akibat cara dari pengenalan sidik jari dilakukan.

Sebab, pemindai sidik jari tidak memindai sidik jari secara utuh. Alih-alih, pemindaian sidik jari hanya dilakukan secara parsial.

"Ponsel dan banyak lagi perangkat tidak menangkap seluruh sidik jari Anda. Tidak ada cukup ruang pada perangkat, sehingga mereka menangkap sidik jari parsial yang tidak seaman gambar
penuh," ujar para peneliti.


Pilihan redaksi
www.ptbestprofit.com
www.ptbestprofitfutures.com
www.pt-bestprofit.com

Untuk setiap jari yang disimpan sebagai ganti kata sandi, perangkat menyimpan banyak gambar. Jika seseorang kemudian menggunakan jari mereka untuk membuka kunci perangkat itu, maka mereka hanya perlu mencocokkan salah satu gambar sidik jari parsial pada sistem keamanannya.
"Jika Anda menyimpan gambar untuk tiga jari Anda, perangkat mungkin menyimpan sekitar 30 sidik jari parsial. Dengan MasterPrints Anda hanya perlu membuat lima atau sepuluh sidik jari," kata peneliti, seperti dikutip CNBC.

Di sisi lain, para peneliti mengatakan bahwa temuan mereka bisa menjadi ancaman potensial bagi sistem keamanan. Oleh karena itu, para peneliti menyarankan agar para pengembang meningkatkan keamanan pemindai sidik jari untuk membentengi diri dari serangan.

"Penelitian dalam menilai kerentanan dalam sistem pengenalan sidik jari sebagai perlombaan senjata konstan antara memperbaiki kerentanan dan menemukan kerentanan baru. Penting bagi para peneliti untuk menyelidiki kerentanan baru sehingga celah dapat diperbaiki".

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025