Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Lifting Gas Blok Mahakam Cuma 75 Persen dari Target APBN 2018


PT.Bestprofit - Setahun setelah diambilalih PT Pertamina (Persero), lifting gas bumi Blok Minyak dan Gas Bumi (Migas) Mahakam hanya mencapai 832 mmscfd atau berkisar 75 persen dari target APBN 2018 yang dipatok 1.110 mmscfd. Capaian tersebut juga turun 35,3 persen dari realiasi tahun 2017 yang mencapai 1.286 mmscfd.

Sebelumnya, Pertamina melalui anak usahanya PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) mendapat mandat untuk mengelola Blok Mahakam per 1 Januari 2018 pasca ditinggal Total E&P Indonesie.

"Tetapi, realisasi produksi Mahakam oleh Pertamina masih lebih tinggi dari prediksi penurunan produksi yang dibuat Total tahun lalu," ujar Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar di kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Senin (7/1).

Secara terpisah, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengungkapkan mengungkapkan Blok Mahakam telah berada pada fase penurunan alami. Akibatnya, produksinya menurun dari tahun ke tahun.

Selain itu, tidak tercapainya target juga tak lepas dari masa transisi alih kelola Blok Mahakam dari Total ke PHM juga baru terealisasi pada 2017 sehingga dampaknya pada produksi belum optimal. Investasi juga belum banyak dilakukan pada 2018.

"Pada 2019 ini pengeboran mulai banyak dan baru mulai berdampak (pada produksi) pada 2020," ujar Dwi.
Melihat pengalaman transisi Blok Mahakam, Dwi berharap transisi alih kelola Blok Rokan dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) ke Pertamina bisa berjalan lebih baik sehingga tidak berdampak pada produksi. Sebagai catatan, Pertamina akan mengambil alih kelola Blok Rokan pada 2021, saat kontrak CPI pada blok tersebut habis.

Secara keseluruhan, rata-rata lifting migas sepanjang 2018 mencapai 1,917 juta barel setara minyak per hari (barrels oil equivalent per day/boepd) atau setara dengan 96 persen dari target APBN 2018 yang dipatok 2.000 mboepd. Khusus untuk lifting gas bumi, realisasinya tercatat 1,139 juta boepd atau 94,92 persen dari target 1,2 juta boepd. Sementara 778 ribu bpd sisanya merupakan realisasi lifting minyak bumi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025