Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Polisi Kesulitan Cek Sidik Jari Molotov di Rumah Pimpinan KPK


PT.Bestprofit - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan pihaknya menemukan kesulitan dalam mengidentifikasi sidik jari terduga pelaku pelempar bom molotov yang dilempar ke rumah Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif.

Menurutnya, tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS) Polri tengah berupaya untuk memunculkan sidik jari terduga pelaku saat ini.

"Ada beberapa kendala yang ditemui karena kejadiannya sudah terlalu banyak dari sekitar yang pegang itu. Kemudian, karena dari api disiram air, sehingga untuk memunculkan sidik jari itu butuh teknik INAFIS untuk cari sidik jari itu," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (14/1).

Selain itu, dia berkata, pihaknya juga tengah melakukan langkah lain untuk mengetahui terduga pelaku pelemparan bom molotov ke rumah Laode, yakni dengan menganalisis rekaman kamera tersembunyi (CCTV).
Sedangkan terkait insiden pengiriman bom berbentuk pipa yang palsu ke rumah Ketua KPK Agus Rahardjo, Dedi menyampaikan, pihaknya masih mengupayakan pembuatan sketsa wajah berdasarkan keterangan saksi. 

Pilihan redaksi
www.ptbestprofit.com
www.ptbestprofitfutures.com
www.pt-bestprofit.com

Menurutnya, proses pembuatan sketsa wajah membutuhkan kesabaran karena harus menggabungkan keterangan dari sejumlah saksi.

"Kemudian, yang untuk sketsa wajah, itu tidak bisa sekali atau dua kali atau tiga kali," tuturnya.

Rumah Laode dan Agus diteror bom pada Rabu (9/1). Rumah Laode di Jalan Kalibata Selatan No 42C, Pancoran, Jakarta Selatan dilempar dua bom molotov, sementara kediaman Agus yang berlokasi di Perumahan Graha Indah, Blok A9/15 RT 004/014, Kelurahan Jatimekar, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat diteror bom berbentuk pipa,

Polisi pun telah memastikan bom yang ditemukan di kediaman Agus, palsu. Sementara satu dari dua bom molotov yang dilempar ke kediaman Laode terbakar dan menyisakan bekas hitam pekat di salah satu sisi dinding rumah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini