Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Cari 34 Korban Longsor Sukabumi, Tim SAR Temui Kendala

PT.Bestprofit -
Proses pencarian korban longsor di Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Sukabumi, Jawa Barat menemui sejumlah kendala. Tim SAR gabungan saat ini terus bekerja untuk mencari korban hilang.


Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan saat ini Tim SAR gabungan terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Basarnas, PMI, Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan relawan.

Korban hilang tersebut diduga tertimbun longsor yang terjadi kemarin sore.
Sutopo mengatakan pencarian korban masih menggunakan alat seadanya. Ada tiga alat berat yang disiapkan untuk menyingkirkan material longsor, namun saat ini belum tiba di lokasi.



Pilihan redaksi
www.ptbestprofit.com
www.ptbestprofitfutures.com
www.pt-bestprofit.com

"Tiga alat berat disiapkan namun kendala menuju lokasi jalan sempit dan medan berbukit sehingga menimbulkan kesulitan," kata Sutopo dalam keterangan resminya, Selasa (1/1).

Kendala lain di lokasi yakni masih terus terjadinya longsor kecil susulan sehingga Tim SAR dan relawan harus berhati-hati. Belum lagi listrik yang masih pada serta cuaca yang tidak mendukung. Hujan deras dikabarkan terus turun di Sukabumi.
"Namun upaya pencarian dan penanganan pengungsi masih terus dilakukan," ujar Sutopo.

Jumlah korban dalam kejadian ini 107 orang. Sembilan di antaranya dipastikan tewas tertimbun longsor. Sementara 34 lainnya masih dalam proses pencarian. Mereka diduga tertimbun tanah longsor.

Sebanyak 60 orang bisa diselamatkan dan 4 lainnya dirawat intensif di Rumah Sakit Pelabuhan Ratu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini