Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Rupiah 'Gagah Perkasa' ke Rp14.049 per Dolar AS


PT.Bestprofit - Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.049 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Selasa pagi (8/1). Posisi ini menguat 34 poin atau 0,24 persen dari Senin (7/1) di Rp14.082 per dolar AS.

Di kawasan Asia, rupiah menguat bersama peso Filipina 0,15 persen, ringgit Malaysia 0,09 persen, dan won Korea Selatan 0,02 persen.

Sementara, mata uang Asia lainnya justru bersandar di zona merah. Dolar Singapura melemah 0,01 persen, yen Jepang minus 0,01 persen, dolar Hong Kong minus 0,03 persen, dan baht Thailand 0,11 persen.
Begitu pula dengan mata uang utama negara maju, mayoritas melemah dari mata uang Negeri Paman Sam. Franc Swiss melemah 0,03 persen, euro Eropa minus 0,09 persen, rubel Rusia minus 0,16 persen, dan dolar Australia minus 0,16 persen.

Hanya dolar Kanada dan poundsterling Inggris yang bersandar di zona hijau dengan penguatan masing-masing 0,05 persen dan 0,01 persen dari dolar AS.

Analis Asia Tradepoint Futures Andri Hardianto memperkirakan rupiah akan bergerak di rentang
Rp13.940-14.100 per dolar AS dengan kecenderungan menguat pada hari ini. Sebab, sentimen positif dari global, regional, dan domestik diperkirakan masih ada.
Dari global, sentimen pernyataan bank sentral AS, The Federal Reserve yang tidak begitu agresif dalam menaikkan tingkat bunga acuan (dovish) masih akan berpengaruh pada pergerakan rupiah.

Lalu, dari regional, ada penguatan mata uang China yang ikut menggerakkan rupiah. Kemudian, dari domestik, ada topangan yang cukup kuat dari fundamental ekonomi Indonesia, khususnya inflasi rendah di 3,13 persen.

"Ada pula penantian pelaku pasar terhadap risalah rapat FOMC Meeting (rapat The Fed) pada Rabu mendatang," ucapnya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini