Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Saham bank terbangkan Dow ke rekor baru


PT Bestprofit Futures Pekanbaru - NEW YORK. Kemenangan Donald Trump sebagai presiden AS menerbangkan saham-saham sektor perbankan pasar Amerika Serikat ke harga tertinggi sejak krisis finansial memukul tahun 2008. Indeks Dow Jones kembali menyentuh level tertinggi, meski saham-saham teknologi meredup.
 
Adalah janji Trump yang akan mencabut Dodd-Frank Financial Reform Act yang sudah disahkan tahun 2010. Undang-undang yang mengharuskan bank menebalkan modal berbasis risiko agar lebih tangguh menghadapi krisis keuangan, selama ini dianggap dan memangkas keuntungan yang dinikmati sektor bank. 

Saham bank Wells Fargo & Co yang baru-baru ini terlibat skandal pembuatan akun fiktif nasabah untuk mendongkrak pendapatan karyawannya, melompat 7,58% ke harga tertingginya sejak Januari. Saham JPMorgan Chase rally ke 4,64% ke level tertingginya.  

Trump memang mengatakan itu di kampanyenya, akan mencabut Dodd-Frank. Ini merupakan hal yang melegakan bagi bank," kata Warren West, pimpinan di Greentree Brokerage Services di Philadelphia. 

Saham-saham bank menerbangkan Dow Jones Industrial Average 1,17% menjadi 18.807,88. Sedangkan Indeks S&P 500 hanya naik 0,2% menjadi 2.167,48. Dengan kenaikan pada Kamis, Dow telah melompat 8% sepanjang 2016 dan Indeks S&P 500 telah menanjak 6%.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025