Menteri Ara dan Nusron Sepakat Sertifikasi Gratis untuk Rumah MBR

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sepakat menetapkan sertifikasi sektor perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara gratis. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Menteri ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ara juga mengapresiasi terobosan Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan program sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Terobosan kolaborasi yang juga luar biasa dengan Pak Nusron adalah sertipikasi gratis bagi MBR. Itu merupakan karya dan dukungan yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil," ujar dia dikutip dari keterangan resmi. Menteri Ara menuturkan, sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya memberikan kepastian...

Bursa AS masih diliputi kecemasan akan Pemilu AS




PT Bestprofit Futures Pekanbaru - NEW YORK. Bursa AS ditutup flat pada transaksi Senin kemarin. Mengutip data CNBC, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Dow Jones Industrial Average turun 18,77 poin atau 0,1% menjadi 18.142,42. Saham Chevron memimpin kenaikan dan saham Nike mencatatkan penurunan terdalam. 

Sementara, indeks S&P 500 berakhir flat di kisaran 2.126,15. Sektor utiliti memimpin kenaikan enam sektor. Sedangkan sektor energi mengalami penurunan terbesar. Jumlah saham yang naik sama dengan jumlah saham yang turun di New York Stock Exchange. Volume transaksi perdagangan melibatkan 1,035 miliar saham dan volume transaksi gabungan mencapai 3,842 miliar saat penutupan. 

Sejumlah sentimen turut mempengaruhi market. Salah satunya adalah  investigasi yang dilakukan FBI terhadap email Clinton. Faktor ini menyebabkan investor tetap waspada. Market sudah memprediksi kemenangan Hillary Clinton, namun kasus email ini kembali menghantam market," jelas Randy Frederick, vice president of trading and derivatives Charles Schwab. 

Berdasarkan data RealClearPolitics, perbedaan suara hasil polling antara Clinton dengan pesaingnya Donald Trump semakin mengecil. Saya rasa kita memasuki periode yang penuh dengan ketidakpastian saat ini. Jika Clinton menang, banyak yang menduga dia akan mengundurkan diri. Namun, jika Trump yang menang, akan menimbulkan kecemasan yang baru. Saya rasa tidak ada situasi yang bagus dalam jangka pendek," papar Peter Cardillo, chief market economist First Standard Financial. 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini