Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Langkah indeks akan terbatas




PT Bestprofit Futures Pekanbaru - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpuruk 1,4% ke 5.329,50 pada Kamis. Penurunan indeks hingga hampir 76 poin ini merupakan kelanjutan tren pelemahan IHSG. Tapi investor asing masih mencatat pembelian bersih sebesar Rp 170,17 miliar.

Analis NH Korindo Deky Rahmat Sani menilai masih banyak sentimen negatif yang mempengaruhi gerak indeks, seperti harga komoditas dan pelemahan bursa regional. Ditambah detik-detik pemilihan presiden AS yang sudah semakin dekat turut membatasi laju indeks," kata Deky. 

Sementara, menurut Achmad Yaki, Analis BCA Sekuritas, aksi ambil untung menekan IHSG karena pasar masih agak khawatir akan kondisi demonstrasi hari ini. Mayoritas profit taking karena market masih agak khawatir akan kondisi demo, tetapi bukan rush karena volume cenderung lebih rendah dari sebelumnya. Yang turun kebanyakan adalah saham LQ45. 

Rupiah juga masih relatif stabil di level Rp 13.000–Rp 13.100," kata Yaki. Yaki memperkirakan, IHSG hari ini masih berpeluang turun dengan support 5.269 dan resistance 5.399. Deky memperkirakan IHSG pun masih berpotensi turun dengan support 5.301 dan resistance 5.358. 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini