Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Rupiah berpeluang menguat di awal pekan


PT Bestprofit Futures Pekanbaru - JAKARTA. Koreksi pada indeks dollar Amerika Serikat (AS) akhir pekan lalu bisa jadi sentimen positif bagi rupiah. Di pasar spot, Jumat pekan lalu, valuasi rupiah menguat 0,24% ke Rp 13.525 per dollar AS. Sementara di kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah masih terkikis 0,22% menjadi Rp 13.570 per dollar AS. 

Nizar Hilmy, Analis PT SoeGee Futures, mengatakan, koreksi indeks dollar AS wajar terjadi lantaran mata uang negeri Uak Sam telah mencapai level tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Karena itu, koreksi ini hanya sesaat tapi bisa dimanfaatkan rupiah untuk unggul. 

Dominasi The Greenback pun masih akan berlangsung hingga The Fed mengerek suku bunganya.
Makanya, Farial Anwar, pengamat pasar uang, melihat penguatan rupiah hanya sementara. Apalagi, ada tekanan dari dalam negeri berupa rencana aksi damai 2 Desember. "Potensi dana asing untuk keluar tetap besar. 

Berbekal faktor eksternal dan internal tersebut, Farial memproyeksikan, pergerakan rupiah Senin ini di kisaran Rp 13.450 hingga Rp 13.600 per dollar AS. Sebaliknya, Nizar memprediksikan, valuasi rupiah akan menguat terbatas di rentang Rp 13.450–Rp 13.550.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini