Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

70 Akun Facebook Provokator Rush Money Siap Diciduk Polisi



PT Bestprofit Futures Pekanbaru - Saat ini, Indonesia diramaikan dengan ajakan untuk melakukan penarikan uang secara besar-besaran pada tanggal 25 November, yang disebut dengan rush money. Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengungkapkan, ramainya aksi kampanye rush money ini beredar luas via jejaring sosial, baik Facebook dan Twitter. Oleh karena itu, mereka pun berusaha untuk meminimalisir dampak yang ada.

Seperti dikutip dari Detik, Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Brigjen Agung Setya mengungkapkan, Polri telah mengantongi sebanyak 70 akun jejaring sosial, baik Facebook dan Twitter yang diketahui sebagai sosok provokator rush money. Agung mengatakan, pihaknya saat ini masih mendalami keberadaan 70 akun tersebut.

Tidak menutup kemungkinan, 70 akun itu dijalankan hanya oleh segelintir orang. Terlebih, kampanye rush money di jejaring sosial, terutama Facebook, memng berjalan sangat masif. Meski memang, kemungkinan kalau aktivitas itu berjalan secara terpisah dilakukan oleh masing-masing akun juga tetap ada. 


Kepolisian telah menyiapkan pasal yang bisa dijerat untuk menangkap keberadaan para provokator rush money tersebut. Bahkan, tidak menutup kemungkinan kalau seorang provokator rush money bisa dihukum pidana. Namun, untuk melangkah ke arah yang lebih mendalam, pihaknya masih ingin melakukan penyelidikan secara mendetail terlebih dulu.

Di era serba digital seperti sekarang, keberadaan jejaring sosial memang berdampak sangat besar terhadap aktivitas di dunia nyata. Tidak heran, kalau penyebaran kampanye rush money bisa beredar dengan cepat. Namun, sebagai seorang pengguna internet yang sehat, tentu kita wajib memilah mana informasi yang berguna dan dibagikan, mana informasi yang seharusnya didiamkan saja sehingga tidak tersebar luas.







 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)