Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Jelang Pemilu AS, saham dan obligasi tetap menarik

PT Bestprofit Futures Pekanbaru - JAKARTA. Volatilitas tinggi bursa saham AS menjelang Pemilu Presiden AS pada 8 November 2016 akan berdampak pula pada pergerakan IHSG sepekan ke depan. Ini disebabkan pasar mencari aset lindung nilai alias safe haven untuk mengamankan dananya di tengah ketidakpastian pasar saham AS.  
Apakah emas menjadi pilihan tepat untuk investor di tengah kondisi seperti ini? Soni Wibowo, Direktur Riset & Investasi Bahana TCW Investment menganggap, meski bursa saham Indonesia akan terpengaruh sentimen AS tersebut, namun, secara fundamental, ekonomi Indonesia akan tetap utuh. 

Pemilu AS tidak akan memberikan efek yang terlalu besar bagi pasar Indonesia dan investor domestik. “Ini karena kebijakan mereka tidak dirasakan secara langsung dan berdampak terlalu besar bagi perekonomian Indonesia,” kata dia. 

Soni melihat, belum tentu para investor akan mendapatkan keuntungan apabila beralih ke emas jelang pemilu AS. “Dilihat dari permintaan yang ada di pasar, permintaan emas belakangan berkurang karena perekonomian sedang melambat. Namun, exchange-traded fund (ETF) emas dan derivatif emas lainnya sangat meriah,” terang dia. 

Jelang pemilu AS yang semakin dekat, investor memang harus melihat fundamental perusahaan selain fundamental ekonomi. Untuk di Indonesia, Soni masih melihat saham dan obligasi sebagai pilihan terbaik bagi para investor untuk memarkirkan uangnya. 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)