Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Volatilitas rupiah masih akan tinggi




PT Bestprofit Futures Pekanbaru - JAKARTA. Efek kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) membawa tekan cukup besar bagi rupiah akhir pekan lalu. Di Pasar Spot, Jumat nilai tukar rupiah terkoreksi 1,86% ke level Rp 13.383 dibanding sehari sebelumnya. Sementara di kurs tengah Bank Indonesia (BI) rupiah tergerus 1,7% ke level Rp 13.350. 

Rully Arya Wisnubroto, Analis Pasar Uang PT Bank Mandiri memaparkan, pelemahan rupiah memang terkait dengan kemenangan Trump yang berada di luar ekspektasi. Risk appetite investor memburuk terutama pada aset negara berkembang. Hal tersebut ditandai dengan capital outflow pada pasar saham domestik yang mencapai Rp 2,5 triliun dalam sehari. 

Sepertinya masih akan terjadi banyak kekhawatiran dan spekulasi," katanya. Rully menebak, volatilitas rupiah masih akan tinggi setidaknya hingga sebulan ke depan. Salah satu penyebabnya adalah proses transisi pemerintahan AS. "Tergantung bagaimana Trump memberi sinyal kepada pasar dan seberapa banyak rencana perubahan kebijakan pemerintah AS," imbuhnya. 

Mengingat masih tingginya volatilitas global, Rully memprediksi rupiah masih berpeluang melemah pada awal pekan ini meski tidak setajam akhir pekan lalu. Jika ada tekanan besar, BI kemungkinan akan melakukan intervensi. 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini