Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Pasca kemenangan Trump, Wall Street sumringah




PT Bestprofit Futures Pekanbaru - NEW YORK. Wall Street melesat lebih dari 1% pada transaksi Rabu kemarin. Sektor finansial dan sektor kesehatan mencatatkan kenaikan terbesar setelah kandidat dari Partai Republik Donald Trump memenangkan pemilihan umum presiden Amerika Serikat.  Mengutip data CNBC, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 256,95 poin atau 1,4% menjadi 18.589,69. 

Saham Caterpillar mencatatkan kenaikan terbesar dan saham Procter & Gamble menghuni posisi top losers. Sementara, indeks S&P 500 naik 23,7 poin atau 1,11% menjadi 2.163,26. Sektor finansial memimpin kenaikan di antara tujuh sektor lainnya. Sedangkan sektor utiliti merupakan sektor dengan penurunan terdalam. Adapun indeks Nasdaq naik 57,58 poin atau 1,11% menjadi 5.251,07. 

Dalam setiap dua saham yang naik, terdapat satu saham yang tertekan di New York Stock Exchange. Volume transaksi perdagangan melibatkan 1,41 miliar saham dan volume transaksi gabungan mencapai 6,16 miliar. Seharian kita melihat tingginya tingkat ketidakpastian. 

Hari ini (kemarin) kita mengetahui hasilnya," jelas JJ Kinahan, chief strategist TD Ameritrade. Dia mengatakan, sebagian reli kemarin didongkrak oleh aksi short covering, dan volatilitas masih tetap tinggi seiring penantian market atas pemilihan kabinet Trump. 

Sedangkan John Stadler, head of US financial services PwC menjelaskan, sektor finansial melaju seiring adanya pandangan di bawah pemerintahan Trump regulasi terkait perbankan lebih sedikit ketimbang Clinton. 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini