Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

MEDC gelar rights issue di kuartal I 2017


PT Bestprofit Futures Pekanbaru - JAKARTA. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) melanjutkan rencana menambah modal melalui penerbitan saham dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) di kuartal satu tahun depan. Hilmi Panigoro, Direktur Utama MEDC mengatakan, untuk tahap awal, pihaknya membidik rights issue US$ 150 juta atau sekitar Rp 2 triliun. 

MEDC sudah mendapatkan restu dari pemegang saham untuk menerbitkan maksimal 1,3 miliar saham atau 27% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. Rights issue ini menjadi strategi MEDC untuk membayar utang dan memperkuat struktur permodalan. MEDC sempat berniat membidik dana rights issue Rp 4,65 triliun. Rights issue US$ 150 juta ini kemungkinan dilakukan pada akhir kuartal satu tahun depan. 

Pelaksanaannya bertahap, nanti besarannya akan dilihat sesuai kebutuhan," kata Hilmi saat ditemui dalam acara Kompas CEO Forum, Kamis. Saat ini Encore Energy Pte Ltd memiliki 50,7% saham MEDC. Credit Suisse AG menggenggam 20,73% saham MEDC, PT Prudential Life Insurance mengempit 9,8%, PT Medco Duta menguasai 0,25% dan PT Multifabrindo Gemilang 0,06%. Porsi saham masyarakat mencapai 16,49%. 

Sampai saat ini komposisi pemegang sahamnya belum berubah. "Mungkin Maret tahun depan saat rights issue akan ada perubahan karena ada efek dilusi, tergantung dari penyerapan rights issue," imbuh Hilmi. MEDC akan menunjuk perusahaan sekuritas lokal sebagai penjamin emisi efek. Emiten sektor tambang ini juga belum menentukan standby buyer

Selain rights issue, MEDC juga mempertimbangkan mencari dana dari pasar obligasi. Sebelumnya, MEDC meraih dana Rp 1,25 triliun dari penerbitan obligasi berkelanjutan II tahap I. Jumlah itu lebih rendah dibanding target semula yang mencapai Rp 1,5 triliun. MEDC menggunakan dana obligasi ini untuk membayar utang dan mendanai belanja modal. 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini