Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Minyak coba bangkit di tengah harapan OPEC



PT Bestprofit Futures Pekanbaru - NEW YORK. Harga minyak dunia bangkit kembali pada Selasa (Rabu pagi WIB) dari penurunan selama tiga sesi, karena pasar melihat peningkatan peluang bagi Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk mencapai kesepakatan pembatasan produksi pada akhir bulan ini. 

Minyak patokan Amerika Serikat (AS), West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember naik US$ 2,49 menjadi menetap pada US$ 45,81 per barel di New York Mercantile Exchange. 
Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Januari meningkat US$ 2,52 menjadi ditutup pada US$ 46,95 per barel di London ICE Futures Exchange. 

Laporan-laporan media mengatakan pada Selasa bahwa negara-negara OPEC telah memulai pembicaraan diplomatik untuk mengatasi perbedaan sikap di antara anggota kelompok, dengan Qatar, Aljazair dan Venezuela memimpin usaha-usaha tersebut. 

OPEC telah mencapai kesepakatan pada September untuk membatasi produksi minyak mentah pada pertemuan kebijakan yang akan dilaksanakan bulan ini, perjanjian pertama yang memangkas produksi sejak 2008. Pembatasan tingkat produksi untuk masing-masing negara anggota OPEC akan ditentukan pada pertemuan kartel berikutnya yang akan diselenggarakan pada 30 November di Wina, Austria. 










Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)