Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Minyak coba bangkit di tengah harapan OPEC



PT Bestprofit Futures Pekanbaru - NEW YORK. Harga minyak dunia bangkit kembali pada Selasa (Rabu pagi WIB) dari penurunan selama tiga sesi, karena pasar melihat peningkatan peluang bagi Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk mencapai kesepakatan pembatasan produksi pada akhir bulan ini. 

Minyak patokan Amerika Serikat (AS), West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember naik US$ 2,49 menjadi menetap pada US$ 45,81 per barel di New York Mercantile Exchange. 
Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Januari meningkat US$ 2,52 menjadi ditutup pada US$ 46,95 per barel di London ICE Futures Exchange. 

Laporan-laporan media mengatakan pada Selasa bahwa negara-negara OPEC telah memulai pembicaraan diplomatik untuk mengatasi perbedaan sikap di antara anggota kelompok, dengan Qatar, Aljazair dan Venezuela memimpin usaha-usaha tersebut. 

OPEC telah mencapai kesepakatan pada September untuk membatasi produksi minyak mentah pada pertemuan kebijakan yang akan dilaksanakan bulan ini, perjanjian pertama yang memangkas produksi sejak 2008. Pembatasan tingkat produksi untuk masing-masing negara anggota OPEC akan ditentukan pada pertemuan kartel berikutnya yang akan diselenggarakan pada 30 November di Wina, Austria. 










Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini