Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Tekanan dollar AS semakin kuat



PT Bestprofit Futures Pekanbaru - JAKARTA. Sinyal positif kenaikan suku bunga The Fed di bulan Desember menguat. Alhasil, indeks dollar Amerika Serikat (AS) mencapai level tertingginya. Nilai tukar rupiah pun jadi tertekan. Di pasar spot, Jumat, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS terkikis 0,41% dibandingkan hari sebelumnya jadi Rp 13.428. 

Menurut kurs tengah Bank Indonesia, rupiah merosot 0,17% ke Rp 13.408 per dollar AS. Research & Analyst Monex Investindo Futures Yulia Safrina mengatakan, rupiah dan mata uang emerging market lainnya tak bisa menghindari tekanan dollar AS. Selain pernyataan Gubernur The Fed Janet Yellen terkait suku bunga, data inflasi AS yang oke memompa kekuatan dollar AS. 

Analis Pasar Uang Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto menambahkan, penguatan dollar AS terjadi karena pasar menunggu kebijakan pemerintahan Trump. Di tengah ketidakpastian, investor lebih memilih untuk mengoleksi dollar sebagai safe haven. Pekan ini, nasib rupiah masih akan ditentukan oleh data ekonomi AS yang akan dirilis. 

Dari internal masih belum ada data yang mampu membalikkan posisi rupiah, kata Yulia. Pelaku pasar juga masih lebih memilih mengamankan asetnya ke dollar AS. Senin, Rully memprediksi rupiah bergerak di kisaran Rp 13.300-Rp 13.450. Hitungan Yulia, rupiah bergerak di Rp 13.100-Rp 13.800. 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini