Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Emas tertekan ke posisi terendah dalam 5,5 bulan




PT Bestprofit Futures Pekanbaru - NEW YORK. Harga emas dunia malam tadi melorot hingga ke posisi terendah dalam 5,5 bulan terakhir. Data yang dihimpun CNBC menunjukkan, pada pukul 15.54 waktu New York, harga emas di pasar spot anjlok 0,58% menjadi US$ 1.218,63 per troy ounce.  Pada transaksi sebelumnya, harga emas spot bahkan sempat tergerus hingga 1% menjadi US$ 1.212,26 per troy ounce di awal sesi perdagangan. Ini merupakan posisi terendahnya sejak 3 Juni lalu. 

Sementara, harga kontrak emas tertekan 0,48% menjadi US$ 1.218,40 per troy ounce.  Anjloknya harga emas terjadi pasca penguatan dollar AS dan melonjaknya tingkat yield surat utang AS akibat ekspektasi bahwa Presiden AS terpilih Donald Trump akan mendongkrak anggaran belanja pemerintah. Harga emas tertekan dari reli dollar yang tidak rasional akibat ekspektasi kebijakan fiskal Trump akan mendongkrak anggaran belanja sehingga mengerek inflasi, yang pada akhirnya akan berpengaruh pada kenaikan suku bunga acuan.

Meski demikian, Alberto de Casa menambahkan, outlook ketidakpastian ekonomi AS dan adanya risiko peristiwa internasional seperti pemilu presiden Australia dan referendum undang-undang Italia pada bulan depan akan memberikan dampak lebih luas pada market. "Trading emas juga akan terpengaruh dalam jangka menengah," imbuhnya. 

Sekadar tambahan informasi, dollar menguat ke posisi tertinggi dalam 11 bulan terakhir melawan kerangjang mata uang dunia. Sedangkan tingkat yield surat utang AS berjangkawaktu sepuluh tahun naik ke posisi tertinggi sejak Januari di level 2,2%. 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)