Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Emas tertekan ke posisi terendah dalam 5,5 bulan




PT Bestprofit Futures Pekanbaru - NEW YORK. Harga emas dunia malam tadi melorot hingga ke posisi terendah dalam 5,5 bulan terakhir. Data yang dihimpun CNBC menunjukkan, pada pukul 15.54 waktu New York, harga emas di pasar spot anjlok 0,58% menjadi US$ 1.218,63 per troy ounce.  Pada transaksi sebelumnya, harga emas spot bahkan sempat tergerus hingga 1% menjadi US$ 1.212,26 per troy ounce di awal sesi perdagangan. Ini merupakan posisi terendahnya sejak 3 Juni lalu. 

Sementara, harga kontrak emas tertekan 0,48% menjadi US$ 1.218,40 per troy ounce.  Anjloknya harga emas terjadi pasca penguatan dollar AS dan melonjaknya tingkat yield surat utang AS akibat ekspektasi bahwa Presiden AS terpilih Donald Trump akan mendongkrak anggaran belanja pemerintah. Harga emas tertekan dari reli dollar yang tidak rasional akibat ekspektasi kebijakan fiskal Trump akan mendongkrak anggaran belanja sehingga mengerek inflasi, yang pada akhirnya akan berpengaruh pada kenaikan suku bunga acuan.

Meski demikian, Alberto de Casa menambahkan, outlook ketidakpastian ekonomi AS dan adanya risiko peristiwa internasional seperti pemilu presiden Australia dan referendum undang-undang Italia pada bulan depan akan memberikan dampak lebih luas pada market. "Trading emas juga akan terpengaruh dalam jangka menengah," imbuhnya. 

Sekadar tambahan informasi, dollar menguat ke posisi tertinggi dalam 11 bulan terakhir melawan kerangjang mata uang dunia. Sedangkan tingkat yield surat utang AS berjangkawaktu sepuluh tahun naik ke posisi tertinggi sejak Januari di level 2,2%. 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini