Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Dow Jones bukukan lompatan terbaik sejak Maret




PT Bestprofit Futures Pekanbaru - NEW YORK. Pasar saham Amerika memulai pekan ini dengan semangat tinggi, kemarin. Mengutip data CNBC, tadi malam, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 371,32 poin atau 2,08% menjadi 18.259,60. Saham Intel mencatatkan lompatan tertinggi di antara saham-saham lainnya. 

Sementara, indeks S&P 500 melesat 46,34 poin atau 2,22% menjadi 2.131,52. Sektor kesehatan menorehkan kenaikan terbesar di antara 11 sektor lainnya. Adapun indeks Nasdaq naik 119,80 poin atau 2,37% menjadi 5.166,17. Dalam setiap lima saham yang naik, terdapat satu saham yang tertekan di New York Stock Exchange. 

Volume transaksi perdagangan tadi malam melibatkan 894,74 juta saham dan volume transaksi gabungan mencapai 3,643 miliar saat penutupan transaksi. Pergerakan positif bursa AS terjadi setelah Federal Bureau Investigation (FBI) menegaskan bahwa kandidat calon presiden dari Partai Demokrat Hillary Clinton bersih dari aksi kejahatan atas kasus penggunaan server pribadinya. 

Sekadar mengingatkan, dalam sembilan hari terakhir, market mengalami tekanan akibat melonjaknya dukungan suara untuk Donald Trump dalam beberapa jajak pendapat akibat kasus email Clinton. Market juga berharap, Kongres AS nantinya akan dikuasai oleh kubu Demokrat. 

Dengan asumsi hasil pemilihan sesuai harapan, saya rasa investor akan kembali beralih ke The Fed. Banyak yang bilang, jika Trump menang, market akan terus fokus pada kemenangan itu," jelas Liz Ann Sonders, chief investment strategist Charles Schwab. 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)