Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Reku Luncurkan Flexible Leverage, Trading Crypto Futures Bisa Lebih Personal

 

Platform investasi kripto Reku menghadirkan fitur terbaru pada produk crypto futures, yaitu Flexible Leverage, yang memungkinkan pengguna mengatur leverage mulai dari 1x hingga 25x.

Fitur ini memberikan fleksibilitas lebih dalam menyusun strategi trading sesuai profil risiko masing-masing.

Co-CEO Reku Jesse Choi mengatakan, sejak peluncuran crypto futures, volume transaksi meningkat hingga enam kali lipat secara year-to-date (YtD), menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan produk derivatif kripto.

“Oleh karena itu, fitur Flexible Leverage hadir untuk memberikan kontrol risiko yang lebih personal sesuai gaya trading masing-masing,” ujar Jesse dalam keterangan resmi, Senin (22/9/2025).

Sebelumnya, leverage pada Reku Futures bersifat fixed 25x. Dengan fitur baru ini, pengguna dapat memilih leverage kecil seperti 2x untuk meminimalkan risiko atau leverage tinggi hingga 25x untuk mengoptimalkan potensi keuntungan dari modal terbatas.

Selain itu, Jesse menambahkan, fitur Crypto Futures di Reku sudah dilengkapi sistem manajemen risiko melalui Stop Loss dan Take Profit, sehingga pengguna dapat secara fleksibel mengelola risiko berdasarkan tujuan investasi dan profil masing-masing.

Chief Compliance Officer (CCO) Reku, Robby menyebut, inovasi ini sejalan dengan komitmen Reku untuk mendorong pertumbuhan ekosistem aset kripto yang aman di Indonesia.

Robby juga mengapresiasi dukungan regulator, termasuk CFX dan OJK, dalam memperluas cakupan produk investasi kripto di Tanah Air.

“Inovasi seperti ini akan meningkatkan daya saing penyedia platform kripto lokal, sehingga masyarakat memiliki pilihan berinvestasi kripto yang terdaftar dan diawasi di Indonesia,” tutup Robby.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini