Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Elnusa (ELSA) Raih Kenaikan Plafon Fasilitas Kredit dari BNI Menjadi US$ 70 Juta

 

PT Elnusa Tbk (ELSA) memperoleh peningkatan nominal plafon fasilitas kredit di PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menjadi US$ 70 juta.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Senin (15/9/2025) lalu, ELSA menandatangani Perjanjian Kredit dengan BNI. Melalui perjanjian tersebut, plafon fasilitas kredit perusahaan di BNI sebesar US$ 50 juta dengan tenor 12 bulan berdasarkan Persetujuan Perubahan Perjanjian Pemberian Fasilitas Kredit Tidak Langsung tertanggal 20 November 2024 telah diubah beberapa kali dan terakhir diubah dengan persetujuan serupa tertanggal 21 Juli 2025.

Selanjutnya, lewat perjanjian tadi, ELSA meningkatkan plafon fasilitas kredit di BNI menjadi US$ 70 juta dengan tenor selama 24 untuk periode 15 Agustus 2025 sampai dengan 14 Agustus 2027.

Manajemen ELSA menjelaskan, sejak 2012 perusahaan telah bekerja sama dengan BNI terkait Fasilitas Kredit Non Cash Loan. Pada 2025, kebutuhan pendanaan ELSA mengalami peningkatan, sehingga fasilitas kredit perusahaan di BNI ikut meningkat. Lantas, skema fasilitas kredit yang sebelumnya hanya Non Cash Loan, kemudian berubah menjadi lebih fleksibel. Alhasil, fasilitas ini bisa digunakan untuk Non Cash Loan dan Cash Loan.

“Peningkatan ini dibutuhkan perusahaan karena dapat mengakses dana dengan cepat dan fleksibel untuk mendukung kebutuhan operasional perusahaan,” tulis Direktur Keuangan Elnusa Nelwin Aldriansyah dalam keterbukaan informasi, Rabu (17/9/2025).

Lebih jauh, ELSA memiliki fasilitas kredit dengan Klasifikasi Bank Umum Milik Negara dan Klasifikasi Bank Swasta. Salah satu alasan utama dalam penambahan fasilitas kredit BNI yaitu pembuatan bank garansi untuk klien Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang mensyaratkan bank garansi harus melalui Bank Umum Milik Negara.

Peningkatan pada plafon fasilitas kredit di BNI termasuk ke dalam transaksi material karena nominalnya lebih dari 20% dari ekuitas ELSA. “Namun, hal ini tidak berdampak negatif bagi kondisi keuangan perusahaan,” tandas Nelwin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)