Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Elnusa (ELSA) Raih Kenaikan Plafon Fasilitas Kredit dari BNI Menjadi US$ 70 Juta

 

PT Elnusa Tbk (ELSA) memperoleh peningkatan nominal plafon fasilitas kredit di PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menjadi US$ 70 juta.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Senin (15/9/2025) lalu, ELSA menandatangani Perjanjian Kredit dengan BNI. Melalui perjanjian tersebut, plafon fasilitas kredit perusahaan di BNI sebesar US$ 50 juta dengan tenor 12 bulan berdasarkan Persetujuan Perubahan Perjanjian Pemberian Fasilitas Kredit Tidak Langsung tertanggal 20 November 2024 telah diubah beberapa kali dan terakhir diubah dengan persetujuan serupa tertanggal 21 Juli 2025.

Selanjutnya, lewat perjanjian tadi, ELSA meningkatkan plafon fasilitas kredit di BNI menjadi US$ 70 juta dengan tenor selama 24 untuk periode 15 Agustus 2025 sampai dengan 14 Agustus 2027.

Manajemen ELSA menjelaskan, sejak 2012 perusahaan telah bekerja sama dengan BNI terkait Fasilitas Kredit Non Cash Loan. Pada 2025, kebutuhan pendanaan ELSA mengalami peningkatan, sehingga fasilitas kredit perusahaan di BNI ikut meningkat. Lantas, skema fasilitas kredit yang sebelumnya hanya Non Cash Loan, kemudian berubah menjadi lebih fleksibel. Alhasil, fasilitas ini bisa digunakan untuk Non Cash Loan dan Cash Loan.

“Peningkatan ini dibutuhkan perusahaan karena dapat mengakses dana dengan cepat dan fleksibel untuk mendukung kebutuhan operasional perusahaan,” tulis Direktur Keuangan Elnusa Nelwin Aldriansyah dalam keterbukaan informasi, Rabu (17/9/2025).

Lebih jauh, ELSA memiliki fasilitas kredit dengan Klasifikasi Bank Umum Milik Negara dan Klasifikasi Bank Swasta. Salah satu alasan utama dalam penambahan fasilitas kredit BNI yaitu pembuatan bank garansi untuk klien Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang mensyaratkan bank garansi harus melalui Bank Umum Milik Negara.

Peningkatan pada plafon fasilitas kredit di BNI termasuk ke dalam transaksi material karena nominalnya lebih dari 20% dari ekuitas ELSA. “Namun, hal ini tidak berdampak negatif bagi kondisi keuangan perusahaan,” tandas Nelwin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini