Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Pasar Modal Tertekan Gejolak Politik, OJK & Pemerintah Beri Pesan Ini untuk Investor

 

Gejolak politik kembali memberi tekanan signifikan pada pasar modal. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Senin (1/9/2025) di zona merah dan sempat ambruk hingga 3,5% ke level 7.556,243 hanya beberapa menit setelah pembukaan.

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi mengingatkan agar investor tidak gegabah dalam menyikapi kondisi pasar. Ia menekankan pentingnya keputusan investasi berdasarkan fakta, bukan sekadar rumor.

“Saya mengimbau kepada para investor agar betul-betul bijak dalam berinvestasi. Tidak berdasarkan rumor, tapi memang berdasarkan fakta yang faktuil. Itu yang penting dalam kondisi

saat ini,” kata Inarno di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/9/2025) seperti yang dilansir dari Infopublik.id.

Inarno menambahkan, kepercayaan diri dan optimisme sangat penting agar pasar tetap bergerak maju. Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah yang dinilai berhasil menciptakan perdagangan lebih teratur, wajar, dan efisien.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga mengajak investor dan pelaku usaha untuk tetap tenang. Menurutnya, partisipasi masyarakat dalam menjaga ketertiban akan sangat membantu meminimalkan dampak gejolak politik terhadap perekonomian.

“Kita semua punya tanggung jawab moral untuk mempertahankan roda perekonomian agar terus berputar. Jangan mudah terprovokasi informasi yang tidak bertanggung jawab,” ujar Airlangga.

Airlangga meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak bertanggung jawab. 

"Mari kita ciptakan suasana yang damai dan saling menghormati. Partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga ketertiban akan sangat membantu mempercepat pemulihan situasi dan meminimalkan dampak negatif terhadap perekonomian," ujar Airlangga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini