Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Langsung ARA, Saham Merdeka Gold Resources (EMAS) Melesat 25%

 

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (23/9/2025).

Terpantau, harga saham EMAS melejit 25% ke level Rp 3.600 per saham pada awal perdagangan bursa saham hari ini. 

Dalam penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO), EMAS melepas 1,62 miliar saham baru atau setara 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga penawaran Rp 2.880 per saham.

Dengan demikian, anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) ini berhasil menghimpun dana sebesar Rp 4,66 triliun.

Dana yang diperoleh dari IPO, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk mendukung kegiatan modal kerja kegiatan operasional anak-anak perusahaan EMAS yang melakukan kegiatan usaha di bidang penambangan dan pengolahan bijih emas, serta akan digunakan untuk pembayaran sebagian pinjaman EMAS.

Saat ini, EMAS menggarap Proyek Emas Pani di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo yang memiliki potensi sumber daya mencapai 7 juta ons emas sekaligus berpotensi menjadi salah satu tambang emas primer terbesar di Indonesia.

Proyek Emas Pani dirancang sebagai tambang berbiaya rendah serta berumur panjang dengan produksi puncak hingga 500.000 ons emas per tahun. 

Pihak EMAS menargetkan Proyek Emas Pani dapat memulai produksi emas pertama pada kuartal I-2026.

Dalam sambutannya, Boyke P. Abidin, Presiden Direktur Merdeka Gold Resources bersyukur atas keberhasilan EMAS melantai di BEI. Melalui hajatan IPO, EMAS berharap dapat menjadi perusahaan yang terus tumbuh lebih kokoh, inovatif, dan berdaya saing global.

"Kami yakin Proyek Emas Pani akan menjadi proyek yang dapat bersaing di industri tambang dunia," kata dia, Selasa (23/9/2025).

Sebagai catatan, EMAS menjadi emiten ke-23 yang tercatat di BEI pada 2025 sekaligus emiten ke-956 yang tercatat di BEI sepanjang sejarah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini