Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Bursa Asia Bervariasi di Pagi Ini (30/9), Pasar Menanti Keputusan Suku Bunga dari RBA

 

Bursa Asia bervariasi dengan kecenderungan menguat pada perdagangan pagi hari ini. Selasa (30/9/2025) pukul 08.21 WIB, indeks Nikkei 225 melemah 0,64% ke 44.756,37. Berbeda, Indeks Hang Seng dibuka menguat 0,19% ke 26.674,16. 

Sedangkan, indeks Taiex menguat 1,11% ke 25.865 dan indeks Kospi melemah tipis 0,01% ke 3.430,92. Sementara, indeks ASX 200 naik 0,14% ke 8.875,5.

Di sisi lain, FTSE Straits Times menguat 0,28% ke 4.282,03 dan FTSE Malay KLCI juga naik 0,02% ke 1.611,29. 

Pasar Asia-Pasifik diperdagangkan beragam dengan fokus tertuju pada keputusan suku bunga Bank Sentral Australia (RBA) yang akan diumumkan hari ini (30/9/2025).

RBA diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya di level 3,6%, menurut jajak pendapat Reuters, karena inflasi yang tinggi telah membatasi kemampuannya untuk melonggarkan kebijakan moneter.

“Pertemuan kebijakan Bank Sentral Australia pada hari Selasa merupakan peristiwa penting di kawasan Asia-Pasifik,” ujar Shier Lee Lim, kepala strategi valas dan makro APAC di Convera.

“Setiap perubahan dalam nada atau proyeksi ke depan dapat menggerakkan pergerakan AUD, terutama setelah volatilitas baru-baru ini dalam persetujuan pembangunan, dengan bulan Agustus diperkirakan akan menunjukkan kenaikan 2,8% setelah penurunan 8,2% di bulan Juli,” tambahnya.

Semalam di Amerika Serikat, tiga indeks utama ditutup menguat. Indeks S&P 500 menguat seiring Wall Street reli setelah perdagangan kecerdasan buatan sempat melemah selama seminggu.

Indeks S&P 500 naik 0,26% menjadi 6.661,21, dan indeks Nasdaq Composite menguat 0,48% menjadi 22.591,15. Indeks Dow Jones Industrial Average juga ditutup menguat 68,78 poin, atau 0,15%, menjadi 46.316,07.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025