Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Bursa Asia Bervariasi di Pagi Ini (30/9), Pasar Menanti Keputusan Suku Bunga dari RBA

 

Bursa Asia bervariasi dengan kecenderungan menguat pada perdagangan pagi hari ini. Selasa (30/9/2025) pukul 08.21 WIB, indeks Nikkei 225 melemah 0,64% ke 44.756,37. Berbeda, Indeks Hang Seng dibuka menguat 0,19% ke 26.674,16. 

Sedangkan, indeks Taiex menguat 1,11% ke 25.865 dan indeks Kospi melemah tipis 0,01% ke 3.430,92. Sementara, indeks ASX 200 naik 0,14% ke 8.875,5.

Di sisi lain, FTSE Straits Times menguat 0,28% ke 4.282,03 dan FTSE Malay KLCI juga naik 0,02% ke 1.611,29. 

Pasar Asia-Pasifik diperdagangkan beragam dengan fokus tertuju pada keputusan suku bunga Bank Sentral Australia (RBA) yang akan diumumkan hari ini (30/9/2025).

RBA diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya di level 3,6%, menurut jajak pendapat Reuters, karena inflasi yang tinggi telah membatasi kemampuannya untuk melonggarkan kebijakan moneter.

“Pertemuan kebijakan Bank Sentral Australia pada hari Selasa merupakan peristiwa penting di kawasan Asia-Pasifik,” ujar Shier Lee Lim, kepala strategi valas dan makro APAC di Convera.

“Setiap perubahan dalam nada atau proyeksi ke depan dapat menggerakkan pergerakan AUD, terutama setelah volatilitas baru-baru ini dalam persetujuan pembangunan, dengan bulan Agustus diperkirakan akan menunjukkan kenaikan 2,8% setelah penurunan 8,2% di bulan Juli,” tambahnya.

Semalam di Amerika Serikat, tiga indeks utama ditutup menguat. Indeks S&P 500 menguat seiring Wall Street reli setelah perdagangan kecerdasan buatan sempat melemah selama seminggu.

Indeks S&P 500 naik 0,26% menjadi 6.661,21, dan indeks Nasdaq Composite menguat 0,48% menjadi 22.591,15. Indeks Dow Jones Industrial Average juga ditutup menguat 68,78 poin, atau 0,15%, menjadi 46.316,07.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)