Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Bursa Asia Bervariasi di Pagi Ini (30/9), Pasar Menanti Keputusan Suku Bunga dari RBA

 

Bursa Asia bervariasi dengan kecenderungan menguat pada perdagangan pagi hari ini. Selasa (30/9/2025) pukul 08.21 WIB, indeks Nikkei 225 melemah 0,64% ke 44.756,37. Berbeda, Indeks Hang Seng dibuka menguat 0,19% ke 26.674,16. 

Sedangkan, indeks Taiex menguat 1,11% ke 25.865 dan indeks Kospi melemah tipis 0,01% ke 3.430,92. Sementara, indeks ASX 200 naik 0,14% ke 8.875,5.

Di sisi lain, FTSE Straits Times menguat 0,28% ke 4.282,03 dan FTSE Malay KLCI juga naik 0,02% ke 1.611,29. 

Pasar Asia-Pasifik diperdagangkan beragam dengan fokus tertuju pada keputusan suku bunga Bank Sentral Australia (RBA) yang akan diumumkan hari ini (30/9/2025).

RBA diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya di level 3,6%, menurut jajak pendapat Reuters, karena inflasi yang tinggi telah membatasi kemampuannya untuk melonggarkan kebijakan moneter.

“Pertemuan kebijakan Bank Sentral Australia pada hari Selasa merupakan peristiwa penting di kawasan Asia-Pasifik,” ujar Shier Lee Lim, kepala strategi valas dan makro APAC di Convera.

“Setiap perubahan dalam nada atau proyeksi ke depan dapat menggerakkan pergerakan AUD, terutama setelah volatilitas baru-baru ini dalam persetujuan pembangunan, dengan bulan Agustus diperkirakan akan menunjukkan kenaikan 2,8% setelah penurunan 8,2% di bulan Juli,” tambahnya.

Semalam di Amerika Serikat, tiga indeks utama ditutup menguat. Indeks S&P 500 menguat seiring Wall Street reli setelah perdagangan kecerdasan buatan sempat melemah selama seminggu.

Indeks S&P 500 naik 0,26% menjadi 6.661,21, dan indeks Nasdaq Composite menguat 0,48% menjadi 22.591,15. Indeks Dow Jones Industrial Average juga ditutup menguat 68,78 poin, atau 0,15%, menjadi 46.316,07.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini