Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

IHSG Anjlok Lebih dari 2% di Awal September, Tekanan Demo dan Bursa Regional

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka jatuh lebih 2% mengawali perdagangan 1 September, mengikuti jejak bursa regional.

Mengutip data RTI pukul 09.05 WIB, IHSG terkoreksi 2,77% atau 217,055 poin ke level 7.613.438.

Tertcatat 629 saham turun, 20 saham naik, dan 27 saham stagnan. Total volume perdagangan 4,2 miliar saham dengan nilai transaksi capai Rp 3,55 triliun.

Seluruh 11 indeks sectoral memerah pagi ini. Tiga sector dengan penurunan terdalam yakni: IDX-Trans 3,57%, IDX-Cyclic 3,32%, dan IDX-Techno 3,17%.

Saham Top Losers LQ45:

  • PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) turun 4,53% ke Rp 1.160
  • PT Indosat Tbk (ISAT) turun 4,46% ke Rp 1.930
  • PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) turun 4,07% ke Rp 590

Saham Top Gainers LQ45:

  • PT ANeka Tambang Tbk (ANTM) naik 1,64% ke Rp 3.090

“Pasar saham regional memang cenderung terkoreksi hari ini. Investor masih menimbang dampak perang dagang, kebijakan tarif AS, serta ketidakpastian pemulihan ekonomi global,” ujar analis Panin Sekuritas, dikutip Senin (1/9).

Sentimen Global & Domestik

Koreksi IHSG terjadi seiring pelemahan bursa Asia lainnya. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,94%, Hang Seng Hong Kong melemah 1,52%, dan Kospi Korea Selatan terkoreksi 1,01%.

Dari dalam negeri, pasar juga diwarnai aksi demonstrasi di Jakarta yang memengaruhi psikologis investor. Ketidakpastian politik dan sosial kerap menjadi faktor tambahan yang menekan pergerakan pasar saham.

Investor Tunggu Data Global

Menurut analis, investor saat ini cenderung wait and see menanti rilis data tenaga kerja AS akhir pekan ini, yang akan memberi sinyal arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve.

“Jika data tenaga kerja menunjukkan pelemahan signifikan, peluang penurunan suku bunga AS bisa terbuka lebih lebar. Itu bisa jadi sentimen positif ke depan. Namun untuk saat ini, investor masih berhati-hati,” kata analis tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)