Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

IHSG Anjlok Lebih dari 2% di Awal September, Tekanan Demo dan Bursa Regional

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka jatuh lebih 2% mengawali perdagangan 1 September, mengikuti jejak bursa regional.

Mengutip data RTI pukul 09.05 WIB, IHSG terkoreksi 2,77% atau 217,055 poin ke level 7.613.438.

Tertcatat 629 saham turun, 20 saham naik, dan 27 saham stagnan. Total volume perdagangan 4,2 miliar saham dengan nilai transaksi capai Rp 3,55 triliun.

Seluruh 11 indeks sectoral memerah pagi ini. Tiga sector dengan penurunan terdalam yakni: IDX-Trans 3,57%, IDX-Cyclic 3,32%, dan IDX-Techno 3,17%.

Saham Top Losers LQ45:

  • PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) turun 4,53% ke Rp 1.160
  • PT Indosat Tbk (ISAT) turun 4,46% ke Rp 1.930
  • PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) turun 4,07% ke Rp 590

Saham Top Gainers LQ45:

  • PT ANeka Tambang Tbk (ANTM) naik 1,64% ke Rp 3.090

“Pasar saham regional memang cenderung terkoreksi hari ini. Investor masih menimbang dampak perang dagang, kebijakan tarif AS, serta ketidakpastian pemulihan ekonomi global,” ujar analis Panin Sekuritas, dikutip Senin (1/9).

Sentimen Global & Domestik

Koreksi IHSG terjadi seiring pelemahan bursa Asia lainnya. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,94%, Hang Seng Hong Kong melemah 1,52%, dan Kospi Korea Selatan terkoreksi 1,01%.

Dari dalam negeri, pasar juga diwarnai aksi demonstrasi di Jakarta yang memengaruhi psikologis investor. Ketidakpastian politik dan sosial kerap menjadi faktor tambahan yang menekan pergerakan pasar saham.

Investor Tunggu Data Global

Menurut analis, investor saat ini cenderung wait and see menanti rilis data tenaga kerja AS akhir pekan ini, yang akan memberi sinyal arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve.

“Jika data tenaga kerja menunjukkan pelemahan signifikan, peluang penurunan suku bunga AS bisa terbuka lebih lebar. Itu bisa jadi sentimen positif ke depan. Namun untuk saat ini, investor masih berhati-hati,” kata analis tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini