Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Harga Saham Blue Chip Ini Naik 125% Ytd, Dua Analis Rekomendasi Beli, Bisa Cuan 15%

 

Harga salah satu saham blue chip di Bursa Efek Indonesia, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) meningkat sebesar 125,89% sejak awal tahun hingga Senin 15 September 2025. Meski telah naik tinggi, analis tetap rekomendasi beli saham tersebut. Analis prediksi, harga saham ANTM bisa menembus Rp 4.000 tahun 2025 ini.

Harga saham ANTM pada perdagangan Senin 15 September 2025 ditutup di level 3.490, stagnan dibandingkan sehari sebelumnya. Namun dalam perdagangan 30 hari terakhir, harga saham ANTM terakumulasi meningkat 680 poin atau 24,20%.

Sejak awal tahun atau secara year to date, harga saham ANTM bertambah 1.945 poin atau 125,89%. Walaupun telah naik tinggi, dua analis yang dihubungi KONTAN rekomendasi beli saham ANTM.

Mereka adalah Analis OCBC Sekuritas Devi Harjoto dan Managing Director Research & Digital Production Samuel Sekuritas, Harry Su. Harry mempertahankan rekomendasi beli ANTM dengan target harga Rp 4.000 per saham. Sementara itu, Devi merekomendasikan beli ANTM dengan target harga Rp 4.150 per saham.

Dengan harga saat ini, maka proyeksi analis tersebut memprediksi harga saham ANTM masih bisa tumbuh sekitar 15%

Prediksi kenaikan harga saham ANTM karena perusahaan memiliki prospek kinerja yang cerah. Hal ini seiring dari manfaat proyek baru yang akan dijalankan ANTM.

ANTM tengah memasuki tahap pra-konstruksi fasilitas pencetakan emas baru di Gresik, Jawa Timur. Fasilitas ini dirancang untuk memproduksi produk mikro-emas dengan bobot kurang dari 1 gram, menyasar pasar investasi ritel Tanah Air.

Devi menyebut, setelah fasilitas ini rampung, ANTM menargetkan untuk mengolah sekitar 30 ton emas per tahun atau setara dengan sekitar 5 juta koin emas. Fase konstruksi pertama dijadwalkan pada kuartal IV-2025, sedangkan proses commissioning pada kuartal IV-2027.

“Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi biaya sekaligus memperluas aksesibilitas bagi investor ritel,” jelas Devi dalam riset 10 September 2025.

Adapun secara strategis, lokasi fasilitas ini berada di kota yang sama dengan smelter emas Freeport.

Harry Su menilai, lokasi fasilitas ini akan berdampak untuk perseroan dalam memangkas biaya logistik, serta mempercepat rantai pasok emas domestik. "Selain itu, setelah fasilitas emas di Gresik beroperasi, juga berpotensi menaikkan volume penjualan emas perseroan,” ujarnya kepada Kontan, Senin (15/9/2025).

Sejalan dengan itu, ANTM juga mendekati tahap commissioning proyek smelter alumina SGAR Mempawah dengan kapasitas 1 juta ton per tahun. ANTM memiliki 40% saham dalam proyek yang ditargetkan berproduksi secara komersial pada awal 2026 ini.

Menurut Harry, proyek ini menjadi katalis penting bagi diversifikasi pendapat2an ANTM. “Proyek ini juga memperkuat posisi perseroan di rantai hilirisasi bauksit,” imbuhnya.

Hingga akhir tahun, Harry menegaskan, investor perlu mencermati pergerakan harga emas global, potensi revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) untuk nikel, serta progres dari proyek hilirisasi.

“Selain itu, potensi beroperasinya kembali Pulau Gag bisa menjadi katalis positif untuk kinerja perseroan,” tambah Harry.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini