Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Bitcoin Terkoreksi ke US$115.000, Trader: Saatnya Waspada Jelang Keputusan The Fed

 

Harga Bitcoin (BTC) kembali melemah mendekati level US$115.000 menjelang penutupan pekan, di tengah antisipasi keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pekan ini.

Data Cointelegraph Markets Pro dan TradingView menunjukkan BTC/USD turun menuju US$115.000 pada Minggu (14/9/2025), setelah sempat menyentuh US$116.800, level tertinggi sejak 23 Agustus.

Sebagai informasi, mengutip data Coinmarketcap Senin (15/9) pukul 10.08 WIB, Bitcoin pada posisi US$115.531 atau turun 0,16% dalam kurun 24 jam terakhir.

Trader populer Skew menilai harga Bitcoin "kembali ditekan" menjelang awal pekan baru, meski terdapat “likuiditas dan bid yang cukup dalam” sedikit di bawah US$115.000.

“Waktunya memperhatikan pergerakan harga,” ujar Skew di platform X.

Sementara itu, analis Rekt Capital menekankan level penting saat ini bukan di US$117.000, melainkan US$114.000.

“Target utama adalah agar Bitcoin bisa menjadikan US$114.000 sebagai support. Itu akan membuka ruang kenaikan menuju US$117.000 dan lebih tinggi lagi,” jelasnya.

Rekt Capital bahkan berkeyakinan Bitcoin belum menyentuh puncak siklus bull market saat ini, meskipun harga sempat mencetak rekor di US$124.500.

Menurutnya, penutupan mingguan di atas US$114.000 akan menjadi sinyal bullish baru.

Pasar Fokus ke The Fed

Pekan ini, perhatian investor global tertuju pada keputusan The Fed yang diperkirakan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 bps.

Data makro AS yang solid memperkuat keyakinan pasar akan dimulainya siklus pemangkasan suku bunga.

Trading firm Mosaic Asset Company menilai kombinasi indikator ekonomi yang membaik, kondisi keuangan longgar, serta prospek pertumbuhan laba korporasi akan menciptakan iklim perdagangan yang kondusif hingga tahun depan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini