Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Awal Pekan Kelabu, IHSG Rontok di Pembukaan Perdagangan

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Senin (1/9/2025) dengan pelemahan tajam.

IHSG dibuka anjlok 2,69% atau turun 210,39 poin ke level 7.620,10. Selang beberapa menit kemudian, pelemahan semakin dalam hingga menyentuh 3,52%.

Tekanan jual terjadi di tengah eskalasi aksi demonstrasi yang kian meluas sejak pekan lalu.

Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 6,72 triliun, melibatkan 94,74 juta saham dalam 629,49 ribu kali transaksi. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 612 saham melemah, 45 saham menguat, dan 37 saham stagnan.

Di tengah gejolak pasar, manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI) pagi ini mengundang media untuk memberikan keterangan resmi.

Agenda tersebut rencananya juga menghadirkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, perwakilan Bank Indonesia (BI), serta perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Secara teknikal, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai pelemahan ini masih bagian dari struktur gelombang IHSG.

“Meskipun terkoreksi, IHSG berpotensi hanya menguji area 7.691–7.753 terlebih dahulu sebelum kembali menguat menuju 8.017–8.102,” ungkapnya dalam riset harian, Senin (1/9/2025).

Dengan demikian, Herditya memperkirakan level support IHSG berada di rentang 7.731 dan 7.680, sementara resistance di level 7.858 dan 8.008.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini