Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

IHSG Melonjak, Cek Saham Net Buy dan Net Sell Terbesar Asing Kemarin, Selasa (23/9)

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) makin mantap di atas level 8.000 setelah sempat terkoreksi pada perdagangan awal pekan ini.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG melonjak 1,05% ke level 8.125,20 pada penutupan perdagangan Selasa (23/9/2025).

Sepanjang perdagangan IHSG bergerak di rentang 8.039 ke 8.125.

Total volume perdagangan saham di BEI pada Selasa mencapai 61,62 miliar dengan nilai transaksi Rp 31,73 triliun. 

Ada 395 saham menguat menopang IHSG,sementara 252 saham lainnya turun an 157 saham stagnan.

Kenaikan IHSG ditopang aksi net buy asing sebesar Rp 5,55 triliun di seluruh pasar.

Berikut 10 saham net buy terbesar asing pada Selasa:

1. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp 3,11 triliun
2. PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) Rp 2,07 triliun
3. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 258,18 miliar
4. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 248,83 miliar
5. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 211,07 miliar
6. PT Astra International Tbk (ASII) Rp 115,29 miliar
7. PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) Rp 69,36 miliar
8. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp 40,15 miliar
9. PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) Rp 31,33 miliar
10. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Rp 27,42 miliar

Adapun sejumlah saham ini paling banyak dijual investor asing di tengah lonjakan IHSG kemarin.

Berikut 10 saham net sell terbesar asing pada Selasa:

1. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) RP 95,41 miliar
2. PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) Rp 66,7 miliar
3. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 46,74 miliar
4. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 41,26 miliar
5. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp 36,19 miliar
6. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp 31,84 miliar
7. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp 22,13 miliar
8. PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) Rp 19,96 miliar
9. PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) Rp 18,33 miliar
10. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Rp 12,37 miliar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)