Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Masa Penawaran SR023 akan Berakhir Hari Ini (15/9/2025), Begini Capaiannya

 

Masa penawaran Surat Berharga Negara (SBN) Sukuk Ritel seri SR023 berakhir pada pukul 12.00 WIB, Senin (15/9/2025).

Berdasarkan data salah satu mitra distribusi, Bibit, hingga Senin (15/9/2025) pukul 10.00 WIB, SR023 tenor 3 tahun telah terjual 90,2% dari kuota nasional Rp 15 triliun, atau sudah terjual sekitar Rp 13,53 triliun.

SR023 tenor 5 tahun sudah terjual 91,3% dari kuota nasional Rp 5 triliun, atau sudah terjual sekitar Rp 4,57 triliun.

Dari porsi penjualan, SR023 dengan tenor 5 tahun lebih diminati oleh masyarakat. Tetapi dari nilainya, tenor 3 tahun lebih banyak dipilih investor.

Sebelumnya, penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel Sukuk Ritel seri SR023 telah berlangsung sejak Jumat (22/8/2025) hingga hari ini Senin, (15/9/2025).

Adapun kupon yang ditawarkan sebesar 5,80% per tahun untuk SR023 tenor tiga tahun, dan 5,95% per tahun untuk SBR023 tenor lima tahun.

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas, Ramdhan Ario Maruto mengatakan, pemicu lambatnya penjualan SR023 adalah kupon yang relatif rendah, yakni di 5,80% untuk tenor 3 tahun, serta di 5,95 untuk tenor 5 tahun.

“Kupon ini termasuk paling rendah selama produk SBN ritel dikeluarkan,” ujarnya saat dihubungi Kontan, Minggu (14/9/2025).

Menurut Ramdhan, kini masyarakat makin selektif dalam berinvestasi, sehingga kupon rendah dapat membuat minat pembelian berkurang.

Meski begitu, ia menilai, secara umum SBN ritel tetap menjadi instrumen penting untuk pendalaman pasar keuangan domestik dan penyerapan utang negara oleh masyarakat.

“Jadi, bukan berarti instrumen SBN tidak menarik, hanya saja masyarakat membandingkan dengan pilihan lain,” imbuh Ramdhan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini