Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Dolar AS Melempem, Rupiah Unjuk Gigi ke Rp14.705

 

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.705 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Jumat (4/9) pagi. Mata uang Garuda tersebut naik 0,49 persen dibandingkan perdagangan kemarin sore di level Rp14.777 per dolar AS.

Pagi ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS. Yen Jepang menguat 0,02 persen, dolar Singapura menguat 0,03 persen, dolar Taiwan menguat 0,20 persen, baht Thailand menguat 0,6 persen, yuan China menguat 0,15 persen dan peso Filipina menguat 0,04 persen.

Sebaliknya won Korea Selatan melemah 0,13 persen, rupee India melemah 0,61 persen dan ringgit Malaysia melemah 0,06 persen.

 

Sementara, mayoritas mata uang di negara maju terpantau menguat. Poundsterling Inggris melemah 0,05 persen dan dolar Australia melemah 0,04 persen. Sebaliknya dolar Kanada menguat 0,09 persen sementara franc Swiss melemah stagnan atau 0 persen.

Namun, Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra menuturkan penguatan dolar AS masih tertahan pagi ini. Tekanan terhadap dolar AS terlihat terhadap nilai tukar regional Asia juga terpantau cukup signifikan.

Kemungkinan, menurutnya, pasar mengambil sikap wait and see menunggu hasil data tenaga kerja AS Non Farm Payrolls yang akan dirilis malam ini.

"Data ini bisa menentukan arah selanjutnya bagi pergerakan dolar AS. Data yang memburuk bisa mendorong pelemahan dolar AS ke depannya dan sebaliknya," ujarnya

Rupiah kemungkinan bisa menguat terhadap dolar AS hari ini tapi kemungkinan penguatannya tidak banyak karena dari dalam negeri sendiri ada faktor potensi perlambatan pemulihan ekonomi dan penyebaran virus corona yang masih tinggi.

"Potensi hari ini rupiah bergerak di level Rp14.680 psr dolar AS sampai Rp14.850 per dolar AS," imbuhnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)