Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Dolar AS Melempem, Rupiah Unjuk Gigi ke Rp14.705

 

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.705 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Jumat (4/9) pagi. Mata uang Garuda tersebut naik 0,49 persen dibandingkan perdagangan kemarin sore di level Rp14.777 per dolar AS.

Pagi ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS. Yen Jepang menguat 0,02 persen, dolar Singapura menguat 0,03 persen, dolar Taiwan menguat 0,20 persen, baht Thailand menguat 0,6 persen, yuan China menguat 0,15 persen dan peso Filipina menguat 0,04 persen.

Sebaliknya won Korea Selatan melemah 0,13 persen, rupee India melemah 0,61 persen dan ringgit Malaysia melemah 0,06 persen.

 

Sementara, mayoritas mata uang di negara maju terpantau menguat. Poundsterling Inggris melemah 0,05 persen dan dolar Australia melemah 0,04 persen. Sebaliknya dolar Kanada menguat 0,09 persen sementara franc Swiss melemah stagnan atau 0 persen.

Namun, Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra menuturkan penguatan dolar AS masih tertahan pagi ini. Tekanan terhadap dolar AS terlihat terhadap nilai tukar regional Asia juga terpantau cukup signifikan.

Kemungkinan, menurutnya, pasar mengambil sikap wait and see menunggu hasil data tenaga kerja AS Non Farm Payrolls yang akan dirilis malam ini.

"Data ini bisa menentukan arah selanjutnya bagi pergerakan dolar AS. Data yang memburuk bisa mendorong pelemahan dolar AS ke depannya dan sebaliknya," ujarnya

Rupiah kemungkinan bisa menguat terhadap dolar AS hari ini tapi kemungkinan penguatannya tidak banyak karena dari dalam negeri sendiri ada faktor potensi perlambatan pemulihan ekonomi dan penyebaran virus corona yang masih tinggi.

"Potensi hari ini rupiah bergerak di level Rp14.680 psr dolar AS sampai Rp14.850 per dolar AS," imbuhnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini