Menteri Ara dan Nusron Sepakat Sertifikasi Gratis untuk Rumah MBR

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sepakat menetapkan sertifikasi sektor perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara gratis. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Menteri ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ara juga mengapresiasi terobosan Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan program sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Terobosan kolaborasi yang juga luar biasa dengan Pak Nusron adalah sertipikasi gratis bagi MBR. Itu merupakan karya dan dukungan yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil," ujar dia dikutip dari keterangan resmi. Menteri Ara menuturkan, sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya memberikan kepastian...

Pemulihan Ekonomi AS Tekan Rupiah ke Rp14.755 per Dolar AS

 

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.755 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Kamis (3/9) pagi. Mata uang Garuda melemah 0,07 persen dibandingkan perdagangan kemarin sore di level Rp14.745 per dolar AS.

Pagi ini, mata uang di kawasan Asia masih bergerak variatif terhadap dolar AS. Yen Jepang melemah 0,05 persen, dolar Singapura melemah 0,4 persen, won Korea Selatan melemah 0,10 persen, peso Filipina melemah 0,06 persen, dan rupee India melemah 0,22 persen.

Sebaliknya, yuan China menguat 0,12 persen, ringgit Malaysia menguat 0,22 persen, baht Thailand menguat 0,05 persen, dan dolar Taiwan menguat 0,32 persen.

Sementara itu, gerak mata uang di negara maju terhadap dolar AS juga masih bervariasi. Poundsterling Inggris menguat 0,17 persen dan dolar Australia menguat 0,26 persen. Sedangkan, dolar Kanada melemah 0,12 persen dan franc Swiss melemah 0,15 persen.

Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan dolar AS masih terlihat menguat terhadap nilai tukar mata uang negara lainnya karena sentimen pemulihan ekonomi di negeri Paman Sam.

Hal tersebut terlihat dari membaiknya data indeks manufaktur Institute for Supply Management (ISM) melonjak menjadi 1,6 poin menjadi 54,2 persen, tertinggi dalam setahun dan mengalahkan konsensus.

Dari 18 industri manufaktur, 13 melaporkan pertumbuhan bulan lalu. "Ini bisa menjadi salah satu faktor pendorong pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS hari ini," ujarnya

Dari dalam negeri, faktor deflasi dan isu burden sharing mungkin menambah tekanan ke rupiah. Di sisi lain, reli yang terjadi di bursa saham emerging markets bisa menahan pelemahan nilai tukar rupiah.

"Potensi pergerakan rupiah hari ini berada di kisaran Rp14.650 per dolar AS sampai Rp14.850 per dolar AS," tandasnya.

Komentar