Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Ammdes Resmi Diekspor ke Nigeria

 

Alat Mekanis Multiguna Perdesaan (AMMDes) resmi diekspor untuk kali pertama ke Nigeria. Seremonial ekspor dilakukan pada Senin (24/8) di pabrik KMW-AMMDes di Citereup, Bogor.

Ekspor Ammdes dilakukan perusahaan Senantiasa Makmur (SM) melalui Repindo Jagad Raya (RJR). Sedangkan produksi dikerjakan Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI), selaku anak perusahaan Astra Internasional.

"Kami merasa bangga dengan diekspornya KMW-AMMDes ke Nigeria. Hal ini menjadi bukti bahwa produk dalam negeri hasil karya anak bangsa juga diminati di luar negeri," kata perwakilan RJR Ritha Ermuliana Manik mengutip keterangan tertulisnya, Minggu (30/8).

Ammdes yang dikapalkan merupakan AMMDes Paddy Husker menggunkan alat pengupas padi,  AMMDes Cassava Grinder yang dilengkapi alat pembuat tepung singkong, dan AMMDes Garri Processor dengan alat pengolah garri.

Garri merupakan makanan pokok di Nigeria yang terbuat dari singkong.

Ritha tak merinci jumlah unit yang dikirim, namun diungkapkan ke depannya proses ekspor akan dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan.

"KMW-AMMDes semakin dibutuhkan di sektor pertanian dan perkebunan berskala besar," kata Ritha.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sebelumnya mengatakan unit Ammdes dilirik perusahaan multinasional Nigeria, Dangote Group, yang didirikan orang terkaya Afrika, Aliko Dangote.

Kemenperin juga memperkirakan 10 ribu unit AMMDes diekspor ke Nigeria dalam jangka waktu pengiriman lima tahun. Kemenperin selama ini berperan sebagai penggagas AMMDes untuk memenuhi kebutuhan transportasi dan alat bantu pertanian atau perkebunan di perdesaan.

Diluncurkan perdana pada 2018 oleh Presiden Joko Widodo, Ammdes disebut sebagai alat multiguna sebab baknya dirancang khusus dengan kelengkapan alat khusus yakni pemecah gabah, pemutih padi, pompa irigasi, generator, dan lain sebagainya.

Unit Ammdes juga ada yang dimodifikasi sebagai ambulans feeder dan pemadam kebakaran untuk kegiatan tanggap darurat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025