Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Rencana Revisi UU BI Diperkirakan Tekan IHSG

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan terkoreksi pada perdagangan Senin (7/9) jelang rilis data cadangan devisa. Pelemahan disebabkan oleh sentimen negatif revisi Undang-undang Bank Indonesia (UU BI).

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee menyebutkan kabar amandemen UU BI yang mengancam independensi Dewan Moneter memperburuk ketidakpastian pasar yang tengah terombang ambing oleh virus corona.

Meski belum ada kepastian akan perombakan kewenangan BI, namun Hans menilai wacana yang dikeluarkan di tengah pandemi menambah kehati-hatian pelaku saham.

"Rumor revisi Undang-undang Bank Indonesia mengubah fondasi sektor keuangan ketika badai krisis pandemi covid 19 belum berakhir menimbulkan sentimen negatif bagi pasar keuangan," kata Hans seperti dikutip dari riset tertulis, Senin (7/9).

Selain itu, angka penyebaran covid-19 yang belum kunjung mereda diramalnya turut membebani pergerakan indeks hari ini. Sehingga, dia memprediksi IHSG melaju di rentang support 5.059 - 5.188 dan resistance 5.337 - 5.381.

Sedangkan, Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya menilai sentimen pasar global dan lokal akan mewarnai pergerakan pasar. Menurut dia, pergerakan akan cenderung fluktuatif.

William merekomendasikan memantau saham-saham sektor konsumsi seperti UNVR, GGRM, dan ICBP. Indeks diramalnya bergerak di level 5.102 - 5.378.

"Momentum koreksi wajar dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka pandek," sarannya.

Di sisi lain, saham-saham utama Wall Street kompak terkoreksi. Indeks Dow Jones turun 0,56 persen ke level 28.133, S&P 500 melemah 0,81 persen ke level 3.426, dan Nasdaq Composite terjun 1,27 persen menjadi 11.313.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)