Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Rencana Revisi UU BI Diperkirakan Tekan IHSG

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan terkoreksi pada perdagangan Senin (7/9) jelang rilis data cadangan devisa. Pelemahan disebabkan oleh sentimen negatif revisi Undang-undang Bank Indonesia (UU BI).

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee menyebutkan kabar amandemen UU BI yang mengancam independensi Dewan Moneter memperburuk ketidakpastian pasar yang tengah terombang ambing oleh virus corona.

Meski belum ada kepastian akan perombakan kewenangan BI, namun Hans menilai wacana yang dikeluarkan di tengah pandemi menambah kehati-hatian pelaku saham.

"Rumor revisi Undang-undang Bank Indonesia mengubah fondasi sektor keuangan ketika badai krisis pandemi covid 19 belum berakhir menimbulkan sentimen negatif bagi pasar keuangan," kata Hans seperti dikutip dari riset tertulis, Senin (7/9).

Selain itu, angka penyebaran covid-19 yang belum kunjung mereda diramalnya turut membebani pergerakan indeks hari ini. Sehingga, dia memprediksi IHSG melaju di rentang support 5.059 - 5.188 dan resistance 5.337 - 5.381.

Sedangkan, Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya menilai sentimen pasar global dan lokal akan mewarnai pergerakan pasar. Menurut dia, pergerakan akan cenderung fluktuatif.

William merekomendasikan memantau saham-saham sektor konsumsi seperti UNVR, GGRM, dan ICBP. Indeks diramalnya bergerak di level 5.102 - 5.378.

"Momentum koreksi wajar dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka pandek," sarannya.

Di sisi lain, saham-saham utama Wall Street kompak terkoreksi. Indeks Dow Jones turun 0,56 persen ke level 28.133, S&P 500 melemah 0,81 persen ke level 3.426, dan Nasdaq Composite terjun 1,27 persen menjadi 11.313.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini