Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Bahlil Klaim LG dan 2 Perusahaan Relokasi Bisnis ke Batang

 

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengklaim ada tiga perusahaan yang akan masuk ke Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah. Tiga perusahaan ini termasuk LG, perusahaan elektronik asal Korea Selatan.

Ketiganya merupakan bagian dari tujuh perusahaan yang sukses dibawa RI untuk merelokasi investasinya ke Indonesia. Namun, beberapa perusahaan lain memilih kawasan lainnya, seperti Jawa Barat, Banten, hingga Sumatera Utara.

"Di Batang, sekarang sudah ada tiga perusahaan masuk. Perusahaannya gede-gede. LG juga masuk sana," ujarnya dalam diskusi daring, dilansir Antara, Rabu (9/9).

Perusahaan-perusahaan itu juga diwajibkan untuk bermitra dengan pengusaha lokal setempat, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Bukan berpartner dengan pengusaha Jawa Tengah di Jakarta. Enggak mau saya. Kalau dengan orang Jawa Tengah di Jakarta, itu namanya memperkaya yang sudah kaya," jelasnya.

Bahlil mengaku ingin mendorong orang-orang di daerah mengambil peran dalam pembangunan lewat investasi.

"Ini saatnya untuk memberi ruang sebesar-besarnya bagi orang daerah untuk mengambil bagian. Kalau tidak, mohon maaf, pusat terus yang akan mainkan ini barang," terang dia.

Sebelumnya, Bahlil menyebut tujuh perusahaan merelokasi investasi ke Indonesia. Mereka adalah Alpan Lighting (PT CDS Asia) dari Amerika Serikat, Sagami Electric (PT Sagami Indonesia) dari Jepang.

Kemudian, PT Denso Indonesia dari Jepang, PT Panasonic Manufacturing Indonesia dari Jepang, PT Meiloon Technology Indonesia dari Taiwan, dan PT Kenda Rubber Indonesia dari Taiwan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini