Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

PUPR: Penyaluran Dana FLPP 14 Bank di Bawah Ketentuan

 

Kementerian PUPR melalui Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan mengungkapkan 28 bank pelaksana telah menyalurkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di atas 70 persen per September 2020.

"Posisi ini ideal untuk bank pelaksana, sehingga penyaluran dana FLPP lebih cepat dan tepat sesuai dengan kesepakatan yang ada," ujar Direktur Utama PPDPP Kementerian PUPR Arief Sabaruddin, Minggu (13/9).

Sebanyak 28 bank pelaksana dengan penyaluran FLPP di atas 70 persen berasal dari tujuh bank nasional dan 21 bank pembangunan daerah (BPD).

Namun, masih ada 14 bank yang penyalurannya belum sesuai ketentuan. Secara rinci, sembilan bank pelaksana, terdiri dari satu bank nasional dan delapan BPD belum menyentuh penyaluran di atas 70 persen, tepatnya masih di atas 50 persen.

Sisanya sebanyak lima bank pelaksana terdiri dari dua bank nasional dan tiga BPD, penyaluran dana FLPP-nya masih di bawah 50 persen.

Seharusnya, Arief menuturkan sesuai perjanjian kerja sama, idealnya bank pelaksana yang ada telah menyalurkan dana FLPP paling sedikit 70 persen.

"Pertengahan Oktober ini kami akan segera melakukan evaluasi kinerja bank pelaksana untuk kuartal ketiga tahun ini," jelasnya.

Evaluasi, sambung dia, sebagai upaya untuk terus memberikan yang terbaik kepada masyarakat berpenghasilan rendah yang membutuhkan pembiayaan perumahan.

Artinya, bila ada bank pelaksana yang belum optimal dalam menyalurkan dana FLPP, akan dialihkan kuotanya kepada bank pelaksana yang lebih optimal. Sehingga, dana FLPP dapat disalurkan dengan tepat, cepat dan sesuai dengan aturan yang ada.

Sejauh ini, dana FLPP mengalir untuk 88.252 unit rumah dengan nilai Rp8,98 triliun atau 86,10 persen dari target yang sebanyak 102.500 unit rumah yang ditetapkan oleh pemerintah dengan nilai Rp11 triliun.

Secara total, penyaluran FLPP periode 2010-2020 sebanyak 743.854 unit rumah dengan nilai Rp53,35 triliun.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)