Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Kuota Kartu Prakerja Tersisa 1,71 Juta Peserta per September

 

Kuota peserta untuk program Kartu Prakerja tersisa 1,71 juta pada awal September 2020. Sisa kuota ini berasal dari jumlah sementara kepesertaan sampai pendaftaran gelombang ketujuh yang baru saja ditutup pada Senin (7/9) kemarin. 

Pada tahun ini, pemerintah mematok kuota Kartu Prakerja sebanyak 5,6 juta peserta. Dari alokasi target itu, sebanyak 3.080.918 sudah terisi dari hasil pendaftaran gelombang pertama sampai enam. 

"Kalau ditambah dengan 800 ribu peserta dari gelombang ketujuh yang akan segera diumumkan, maka akan menjadi 3.880.918 peserta," terang Head of Communication PMO Kartu Prakerja Louisa Tuhatu, Rabu (9/9). 

Artinya, sisa kuota tinggal 1.719.082 peserta. Rencananya, sisa kuota peserta ini akan dipenuhi dari tiga gelombang pendaftaran lagi, namun belum diketahui waktu pasti pembukaan gelombang kedelapan. 

Pemerintah mengalokasikan dana Rp20 triliun untuk program Kartu Prakerja pada tahun ini. Sayangnya, belum ada rincian pasti berapa total dana yang sudah digunakan pemerintah dari program ini.

Penggunaan dana terbagi menjadi tiga, yaitu dana insentif untuk peserta yang sudah melakukan pelatihan, biaya pelatihan, dan bonus survei. Besarannya masing-masing Rp2,4 juta, Rp1 juta, dan Rp150 ribu, sehingga total Rp3,55 juta per peserta. 

Rencananya, program Kartu Prakerja akan dilanjutkan pemerintah pada tahun depan. Namun, belum diumumkan secara resmi seperti apa mekanismenya, apakah akan sama dengan tahun ini atau tidak. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini