Menteri Ara dan Nusron Sepakat Sertifikasi Gratis untuk Rumah MBR

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sepakat menetapkan sertifikasi sektor perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara gratis. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Menteri ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ara juga mengapresiasi terobosan Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan program sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Terobosan kolaborasi yang juga luar biasa dengan Pak Nusron adalah sertipikasi gratis bagi MBR. Itu merupakan karya dan dukungan yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil," ujar dia dikutip dari keterangan resmi. Menteri Ara menuturkan, sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya memberikan kepastian...

Netizen Riuh Anies Baswedan Tetapkan Jakarta PSBB Total

 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total di DKI Jakarta karena angka penularan Covid-19 akibat infeksi virus corona SARS-CoV-2 di Ibu Kota yang semakin mengkhawatirkan.

Kebijakan itu tak pelak menimbulkan reaksi beragam dari warganet Twitter. Belasan ribu perbincangan mengenai kebijakan PSBB DKI berlangsung sejak Anies menyampaikan keterangan kepada publik.

Salah lah satu akun yang berkomentar mengenai pemberlakuan kembali PSBB adalah @Aditt_hr. Dia menyebut PSBB kembali diberlakukan karena masyarakat tidak patuh.

 

Senada, akun @adiw9237 menyebut PSBB di DKI akibat ketidakdisiplinan masyarakat. Padahal, displin dan kesadaran yang tinggi sejatinya tidak akan membuat PSBB diberlakukan kembali di DKI.

"PSBB Jkt mau mulai lagi. Inilah dampak dr ketdkdisiplinan kita semua. Maunya spt orang di setrap saja pdhal dg disiplin dg kesadaran tinggi tdk perlu dilakukan. Nikmati saja episode yg berulang ini. Tx," kicau @adiw9237 .

 

PSBB Jkt mau mulai lagi. Inilah dampak dr ketdkdisiplinan kita semua. Maunya spt orang di setrap saja pdhal dg disiplin dg kesadaran tinggi tdk perlu dilakukan. Nikmati saja episode yg berulang ini. Tx

— Adiw9237 (@adiw9237) September 9, 2020

Sedangkan akun anisha berdoa agar PSBB total akan kembali menerapkan Work from Home (WFH) lebih lama lagi.

 

Semoga PSBB ini, bisa WFH total dan tetap Senantiasa Disisi Anda.

— Nisa ️ (@anisahnff) September 9, 2020

Sementara itu, akun @miztabay megungkapkan PSBB total yang kembali diterapkan di Jakarta akan semakin membuat sejumlah orang kesusahan mencari nafkah. Tak hanya itu, PSBB total membuat orang khawatir dipecat dari pekerjaanya.

"Psbb lagi, yg gapunya duit makin gapunya duit. Yg nganggur gatau sampe kapan nganggur nya. Yg kerja, degdegan lagi takut nanti malah di rumahin," kicau @miztabay.

 

Psbb lagi, yg gapunya duit makin gapunya duit. Yg nganggur gatau sampe kapan nganggur nya. Yg kerja, degdegan lagi takut nanti malah di rumahin

Sebelumnya,  Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kembali sebagai langkah tagas penanggulangan pandemi Covid-19.

"Dalam rapat tadi sore disimpulkan: Kita akan menarik rem darurat kita terpaksa kembali menerapkan pembatasan berskala besar seperti masa awal pandemi. Bukan PSBB transisi, tapi PSBB sebagai mana masa dulu. Ini rem darurat yang kita tarik," ujar Anies dalam konferensi pers digelar secara daring, Rabu (9/9).

Terkait dengan itu pula, Anies menyatakan akan meniadakan sementara pembatasan lalu lintas berdasarkan nomor polisi ganjil-genap, serta membatasi transportasi umum.

Kebijakan PSBB yang kemudian dilanjutkan PSBB transisi merupakan salah satu upaya Pemprov DKI menekan laju penyebaran virus corona. Namun, dalam beberapa hari terakhir, justru jumlah kasus positif Covid-19 mencatatkan rekor penambahan tertinggi.

Jakarta kembali menjadi provinsi yang memiliki jumlah kumulatif kasus positif Covid-19 terbanyak dengan 48.393 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 36.383 orang dinyatakan sembuh dan 1.317 orang meninggal dunia.

Sedangkan persentase kasus positif Covid-19 dalam sepekan terakhir sebesar 13,2 persen.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini